Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Pembaruan tentang Cuaca Ekstrem di Bali: Bencana Terjadi di 90 Lokasi, Denpasar Menjadi yang Paling Parah.

 

Proses Penanganan Banjir Oleh BPBD Bali.

Bali, Blogger.com ------- Hujan deras masih melanda Bali sampai Selasa (24/2/2026) sore ini. Menurut informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, hingga pukul 18. 00 Wita, terdapat 90 lokasi yang terpengaruh oleh cuaca ekstrem.

Terdapat banjir di 51 lokasi, tanah longsor di lima lokasi, dan satu tanggul yang mengalami kerusakan. Angin puting beliung juga muncul di suatu area. Pada saat yang sama, kabel laporan mengenai pohon tumbang terjadi di 27 lokasi, dan terdapat empat senderan atau plengsengan yang mengalami kerusakan.

Denpasar merupakan wilayah yang paling terpengaruh, yaitu di 46 lokasi. Sebanyak 39 lokasi mengalami banjir, sedangkan pohon tumbang terjadi di Kabupaten Karangasem, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Buleleng, Tabanan, Klungkung, dan Jembrana.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menyatakan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa, korban luka, atau warga yang harus mengungsi.

Sebanyak 350 individu telah dievakuasi. Mereka telah kembali ke lokasi masing-masing. "Proses pendataan untuk bangunan yang terkena dampak sedang berlangsung," jelas Gede Teja.

Pihak BPBD juga menekankan agar tidak menyebarluaskan informasi yang masih diragukan kebenarannya. Sebelumnya, terdapat video yang menunjukkan bahwa Tukad Badung mengalami banjir dengan ketinggian air yang mirip dengan kejadian pada bulan September 2025.

BPBD Bali menegaskan bahwa video yang beredar di media sosial dan grup WhatsApp mengenai banjir di Tukad Badung adalah berita palsu. Video tersebut menunjukkan kejadian banjir yang berlangsung pada bulan September tahun 2025.

Gede Teja menginformasikan bahwa keadaan saat ini aliran Tukad Badung di kawasan Pasar Badung dan Kumbasari, pada Selasa (24/2/2026), terlihat stabil.

"Siren peringatan dini banjir pernah berbunyi pada tingkat siaga, yaitu pukul 09. 26 Wita dengan perkiraan ketinggian air sekitar 120 cm dari kondisi normal," jelas Gede Teja.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar Pasar Badung dan Kumbasari untuk mematuhi arahan yang telah ditetapkan.

Mari kita bersama-sama meningkatkan kesadaran dan persiapan dalam menghadapi kemungkinan ancaman bencana. Patuhilah petunjuk resmi dari BPBD dan pihak aparat setempat. "Harap tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," tegasnya.

Sebelumnya, tim pencari dan penyelamat (SAR) yang bersinergi telah melakukan evakuasi terhadap para tamu yang menginap di hotel. Tepatnya yang terletak di wilayah Jalan Pantai Jerman. Proses evakuasi akan dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 24 Februari 2026, mulai pukul 08. 00 Wita.

Informasi yang diperoleh oleh Kompas. com menunjukkan bahwa genangan air mencapai ketinggian sekitar 1,2 meter. Petugas SAR melaksanakan pencarian dan memberikan bantuan dalam pemindahan para wisatawan ke tempat yang lebih aman. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan mengenai korban jiwa.



Nara Sumber         I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya ( Kepala Pelaksana Badan                             Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali ).


Penulis Berita        Raden Dede Sudrajat


Referensi              Denpasar.kompas.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon