Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Pemerintah menetapkan bahwa awal bulan Ramadhan tahun 2026 akan jatuh pada hari Kamis, tanggal 19 Februari.

 

Menteri Agama Nasaruddin Umar, diputuskan melalui Sidang Isbat yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa.

Jakarta, Blogger.com ------------ Pemerintah, melalui Kementerian Agama (Kemenag), telah menetapkan bahwa awal puasa atau 1 Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi akan berlangsung pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan ini dilakukan setelah melalui Sidang Isbat yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, pada hari Selasa.

"Hasil Sidang Isbat telah memutuskan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi akan jatuh pada hari Kamis," kata Menteri Agama Nasaruddin Umar saat memimpin konferensi pers mengenai keputusan hasil Sidang Isbat.

Keputusan ini berbeda dengan arahan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang menetapkan awal Ramadhan satu hari lebih awal, yaitu pada Rabu (18/2). Perbedaan dalam metode menjadi dasar perbedaan dalam penentuan awal bulan Ramadhan.

Anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya, mengungkapkan bahwa posisi hilal di Indonesia saat rukyat berada pada rentang minus 2 derajat 24 menit 43 detik hingga minus 0 derajat 55 menit 41 detik, dengan elongasi antara 0 derajat 56 menit 23 detik sampai 1 derajat 53 menit 36 detik.

Sementara itu, kriteria MABIMS (Menteri-Menteri Agama dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) menetapkan bahwa tinggi hilal minimum adalah 3 derajat dan elongasi minimum adalah 6,4 derajat. Oleh karena itu, 1 Ramadhan ditentukan pada hari Kamis.

Dengan pengumuman resmi dari pemerintah, umat Islam di Indonesia dapat melaksanakan Shalat Tarawih pada malam Rabu (18. 2).

Sidang isbat ini dihadiri oleh beberapa perwakilan dari organisasi keagamaan, para ahli astronomi, anggota Komisi VIII DPR RI, serta perwakilan dari negara-negara sahabat.

Pengumuman mengenai penetapan akan dilakukan baik secara online maupun offline. Oleh karena itu, masyarakat dapat secara langsung menyaksikannya melalui siaran di halaman media sosial resmi Kementerian Agama.

Sidang isbat dilaksanakan pada hari Selasa mulai pukul 16. 30 WIB hingga ditutup dengan pengumuman penetapan awal puasa Ramadhan. Kegiatan dimulai dengan penyampaian informasi secara transparan mengenai posisi bulan sabit baru (hilal) berdasarkan data astronomi yang disampaikan oleh para ahli.

Sidang Isbat mengevaluasi informasi awal yang berasal dari perhitungan astronomis (hisab) serta hasil konfirmasi di lapangan melalui proses pemantauan (rukyatul) terhadap hilal.

Kegiatan selanjutnya adalah melaksanakan Shalat Maghrib secara berjamaah, setelah itu diadakan sidang tertutup. Setelah itu, hasil sidang isbat diumumkan melalui jumpa pers.

Sidang isbat adalah pertemuan yang diadakan oleh Pemerintah (Kementerian Agama) untuk menetapkan awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah.

Sejak tahun 1950-an, pertemuan ini diselenggarakan sebagai usaha negara untuk membahas penentuan awal bulan Hijriah yang melibatkan berbagai organisasi masyarakat Islam. Melalui pertemuan dalam Sidang Isbat, pemerintah mengumpulkan laporan perhitungan astronomi (hisab) dan hasil pengamatan hilal (rukyat) dari berbagai lokasi pengamatan.

Direktur Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, menyatakan bahwa Sidang Isbat adalah wujud kerja sama antara pemerintah, ulama, dan akademisi untuk memastikan penetapan awal Ramadhan dilakukan dengan tepat dan berdasarkan bukti yang valid, baik secara ilmiah maupun syar’i.

Sidang Isbat merupakan pertemuan bersama yang bertujuan untuk memeriksa dan memvalidasi data hisab serta hasil rukyat sebelum pemerintah menentukan awal bulan Ramadan. "Keputusan yang diambil harus berlandaskan pada ilmu pengetahuan dan juga sesuai dengan aturan syariat," kata Arsad.


Nara Sumber.         Nasaruddin Umar ( Menteri Agama RI )


Penulis Berita.       R. Dede Sudrajat 


Referensi.               Ramadhan.Antaranews.com



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon