Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Pemerintah Provinsi: R3P untuk bencana Aceh telah diserahkan kepada BNPB dengan total sebesar Rp153 triliun

 
Foto udara menampilkan tumpukan kayu-kayu memenuhi area Pondok Pesantren Darul Mukhlishin pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (5/12/2025). 

.

Blogger.com ------- Pemerintah Aceh telah mengajukan dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana (R3P) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan total anggaran yang diminta sebesar Rp153,3 triliun

"Memang benar, pemerintah Aceh telah menyerahkan dokumen R3P kepada pemerintah pusat melalui BNPB pada tanggal 3 Februari 2025," ujar Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, di Banda Aceh, pada hari Minggu.

MTA menyatakan bahwa berdasarkan dokumen R3P yang telah disampaikan, pemulihan Aceh setelah bencana memerlukan anggaran sebesar Rp153,3 triliun

Menurut ringkasan yang disampaikan, kebutuhan anggaran tersebut terbagi ke dalam beberapa kewenangan, yaitu kementerian/lembaga sebesar Rp41,8 triliun, provinsi Aceh sebesar Rp22 triliun, kabupaten/kota sebesar Rp60,43 triliun, serta kewenangan masyarakat dan dunia usaha sebesar Rp29 triliun.

Ia menjelaskan bahwa R3P Aceh mencakup seluruh informasi mengenai kerusakan, kerugian, serta rencana pemulihan yang komprehensif setelah bencana, yang diajukan dan disampaikan oleh semua tingkat otoritas kementerian/lembaga pusat, provinsi Aceh, dan kabupaten/kota.

"Secara khusus, tim Bappenas Republik Indonesia telah melakukan kunjungan ke Aceh untuk melaksanakan rapat koordinasi dengan tim pemerintah Aceh guna menyelaraskan dokumen R3P tersebut," ungkapnya.

Sejak dokumen R3P diterima, BNPB saat ini sedang melakukan pemeriksaan semua dokumen untuk kemudian melakukan verifikasi langsung di lapangan berdasarkan R3P yang telah disampaikan.

"Setelah proses verifikasi faktual selesai, BNPB akan mengirimkan informasi kepada Bappenas RI untuk persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah masih terus melaksanakan berbagai upaya pemulihan, mulai dari tingkat pusat, provinsi, hingga daerah.

"Gubernur Aceh senantiasa mengharapkan agar seluruh elemen masyarakat tetap bersatu demi perbaikan Aceh dan pulih dari bencana ini," ujar Muhammad MTA.



Nara Sumber.       Muhammad MTA ( Penerintah Aceh )

Penulis Berita.      Raden Dede Sudrajat 

Referensi.              Antaranews.con

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon