Kode iklan di atas
Pencarian Korban Longsor Cisarua Hari ke-11, Tim SAR Fokus di Tiga Sektor
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
| Tim SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian korban longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat di hari kesepuluh, Senin (2/2/2026). |
Sebanyak 3. 201 personel tim SAR gabungan dan 20 unit alat berat dikerahkan untuk mengeksplorasi tiga sektor utama pencarian.
Direktur Operasi SAR Basarnas, Laksamana Pertama TNI Y. Bramantyo menyatakan bahwa perhatian pencarian terkonsentrasi pada sektor A, B, dan C dengan metode operasi lanjutan berdasarkan area yang sebelumnya telah dipetakan.
“Pada hari ini, kami melanjutkan operasi di hari ke-11. Kami berharap proses ini dapat berjalan dengan optimal. Cuaca cukup baik dan semoga mendukung pencarian hingga sore,” ungkap Bramantyo di Posko SAR, Selasa (3/2/2026).
Bramantyo menambahkan bahwa pada hari ke-10, tim berhasil menemukan tujuh kantong jenazah. Titik temuan tersebut menjadi acuan untuk meningkatkan pencarian hari ini, “Beberapa lokasi telah ditandai sebagai potensi tempat korban. Itulah fokus kami dalam pencarian hari ini,” ujarnya.
Total 83 Kantong Jenazah Ditemukan
Data hingga hari ke-10 mencatat bahwa total 83 kantong jenazah telah ditemukan. Sebagian dari korban sudah teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI), sementara yang lainnya masih dalam proses identifikasi.
Di hari ke-11, tim SAR gabungan juga dibantu oleh 23 anjing pelacak untuk mendukung pencarian di area material yang menghalangi.
Beberapa alat berat dikerahkan untuk mempercepat pembukaan jalan dari material longsor. Selain dari pemerintah, alat berat juga berasal dari dukungan perusahaan swasta.
Salah satu di antaranya adalah SANY Heavy Industry Indonesia. Untuk bencana di Cisarua ini, mereka mengirimkan empat unit ekskavator. Mereka berkontribusi dalam proses evakuasi dan pembersihan sisa material. Dua unit di antaranya sudah berada di lokasi terdampak.
Deputy GM dan Direktur Urusan Pemerintah SANY Heavy Industry Indonesia, Saanjay Shamdasani menyatakan bahwa alat berat tersebut disalurkan melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk membantu akses dan evakuasi di lapangan.
“Infrastruktur di wilayah yang terdampak mengalami kerusakan parah dan menghambat akses di beberapa titik, sehingga dibutuhkan alat berat untuk mendukung proses evakuasi,” ungkap Saanjay.
SANY juga sebelumnya tercatat telah mengirimkan beberapa alat berat untuk membantu penanganan bencana di wilayah Sumatera pada Desember 2025.
Medan Sulit, Alat Berat Masih Sangat Dibutuhkan
Tim SAR menegaskan bahwa kebutuhan akan alat berat masih sangat penting, mengingat ketebalan material longsor dan kondisi medan yang sulit dijangkau secara manual.
“Pemanfaatan ekskavator difokuskan untuk membuka akses, memindahkan material, dan mencapai titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban terperangkap,” ucapnya.
Nara Sumber Laksamana Pertama TNI Y. Bramantyo
Direktur Operasi SAR Basarnas
Penulis Berita Raden Dede Sudrajat
Referasi Bandung.kompas.com
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar