Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Perkuat Kampanye Penanaman di Daerah Hulu Ciliwung, Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemkab Bogor Bekerja Sama Memulihkan Lingkungan.

 

Gerakan Menanam dari Bogor untuk Indonesia yang berlangsung di kawasan Hulu Ciliwung, Cisarua, Kabupaten Bogor, Kamis 5 Februari 2026.

Blogger.com ---- Usaha untuk mempercepat pemulihan wilayah hulu Sungai Ciliwung semakin diperkuat melalui kerja sama antara Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Komitmen ini direalisasikan melalui kegiatan Gerakan Menanam yang diadakan di wilayah Hulu Ciliwung, Cisarua, Kabupaten Bogor, pada hari Kamis, 5 Februari 2026.

Acara penanaman pohon tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup untuk Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya, Nur Ardi Wardoyo, Bupati Bogor Rudy Susmanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, serta para camat dari seluruh Kabupaten Bogor yang berpartisipasi secara daring.

Nur Ardi Wardoyo menekankan bahwa tindakan yang diambil oleh Pemkab Bogor sejalan dengan petunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi lingkungan agar tetap ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Ia menekankan signifikansi kawasan Puncak sebagai daerah hulu Sungai Ciliwung yang memainkan peran penting bagi wilayah hilir.

Ia berpendapat bahwa kejadian banjir besar yang pernah melanda Bogor dan sekitarnya merupakan pengingat penting bahwa kerusakan lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, termasuk berkurangnya area resapan akibat perubahan fungsi lahan, merupakan salah satu penyebab terjadinya bencana.

"Usaha untuk melindungi lingkungan bukan hanya kewajiban pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama semua lapisan masyarakat," ujarnya.

Oleh karena itu, masyarakat Bogor diundang untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan, mengelola sampah dengan benar, serta memberikan kontribusi melalui kegiatan penanaman pohon.

Nur Ardi juga menekankan peran penting Kabupaten Bogor sebagai pelindung kawasan hulu yang aliran sungainya berakhir di Jakarta.

Oleh karena itu, upaya penyelamatan DAS Ciliwung dianggap sangat krusial untuk menghindari terjadinya bencana serupa di masa yang akan datang.

Ia menambahkan bahwa program “Seluruh Bogor Menanam” yang diprakarsai oleh Bupati Bogor adalah upaya konkret untuk melaksanakan arahan Presiden dalam membangun lingkungan yang indah dari level desa hingga kelurahan.

"Usaha untuk menciptakan lingkungan yang ASRI tidak hanya ditujukan untuk Bogor, melainkan juga merupakan bagian dari sumbangsih bagi Indonesia secara keseluruhan," ujarnya.

Pada saat yang sama, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan bahwa pada tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Bogor telah menetapkan sasaran program satu hektar satu hutan kota.

Namun, ia menyatakan bahwa pelaksanaannya memerlukan bantuan dari berbagai sektor agar dapat berjalan dengan baik.

Oleh karena itu, Rudy mengarahkan kepala desa, camat, organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur Forkopimda untuk berpartisipasi secara aktif dalam pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari penerapan kebijakan nasional.

"Keberhasilan program lingkungan sangat ditentukan oleh kerja sama dan semangat saling membantu," ujarnya.

Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada KLH atas kolaborasi yang telah terbangun dalam mendukung upaya perlindungan lingkungan di daerahnya.

Sebaliknya, pengelola area Puncak Ajip, Sandi Adam, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan penanaman pohon tersebut.

Ia memandang aktivitas ini sesuai dengan upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan yang telah dilakukan di wilayah tersebut.

Dalam acara tersebut, sekitar 100 bibit pohon khas Jawa Barat ditanam di lokasi Puncak Ajip sebagai bagian dari upaya nyata untuk pelestarian lingkungan.

Sandi berharap kolaborasi ini dapat mempertahankan Bogor agar tetap aman, sehat, bersih, dan indah, sesuai dengan kebijakan nasional yang telah ditetapkan.


Nara Sumber    Nur Ardi Wardoyo ( Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup )

                       Rudy Susmanto ( Bupati Bogor )

                       Sandi Adam ( Pengelola Area Puncak Ajip )


Penulis Berita    Raden Dede Sudrajat


Referensi           Radarbogor.jawapos.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon