Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Permulaan Puasa Ramadhan, Blewah Banyak Dibeli, Harga Meningkat di Sumenep.

 

Sukardi, penjual blewah saat memilah buah yang akan dia jual di Pasar Tradisional Anom, Sumenep, Jawa Timur. 

Blogger.com ------- Di awal Ramadan tahun ini, masyarakat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai mencari buah blewah. Permintaan yang semakin tinggi menyebabkan harga buah musim ini juga mengalami kenaikan.

Pengamatan di Pasar Tradisional Anom, Kecamatan Kota Sumenep, pada hari Kamis (19/2/2026), terlihat bahwa beberapa lapak penjual blewah ramai pengunjung.

Sebagian besar penduduk membeli blewah sebagai bahan campuran es buah dan takjil saat berbuka puasa.

Sukardi, seorang pedagang blewah di pasar Anom, menyatakan bahwa saat ini harga blewah lebih tinggi daripada hari-hari biasanya. Kenaikan terjadi mulai dua hari sebelum Ramadan.

Saat ini, harga telah meningkat. "Ukuran kecil seharga Rp 8. 000 per kilogram, sedangkan ukuran besar seharga Rp 10. 000 per kilogram," ungkap Sukardi pada hari Kamis. Warga dari Pamekasan tersebut menyatakan bahwa ia secara teratur menjual blewah setiap bulan Ramadan.

Menurutnya, periode bulan puasa selalu memberikan keuntungan bagi pedagang buah musiman. Selama bulan Ramadan, pasti banyak orang. "Blewah ini memang sangat diminati sebagai bahan campuran minuman saat berbuka puasa," ujarnya.

Sukardi mengungkapkan bahwa pasokan blewah yang ia jual berasal dari kawasan Pamekasan dan sebagian lainnya dari wilayah di pulau Jawa.

Menurut Sukardi, ketersediaan barang berpengaruh besar terhadap harga di pasar.

Apabila pasokan terhambat dan terjadi kekurangan, harga dapat meningkat dengan signifikan.

Jika barang tersebut langka, harganya dapat mencapai Rp 15. 000 per item. “Hal ini umumnya bergantung pada pengiriman juga,” ujarnya.

Pedagang lain, Syaiful, juga mengakui bahwa telah terjadi peningkatan harga pada awal Ramadan. Umumnya, peningkatan harga blewah terus berlangsung hingga pertengahan sampai akhir bulan puasa.

Kenaikan tersebut umumnya berlangsung hingga sekitar 20 hari selama bulan Ramadan. "Setelah itu, harga perlahan-lahan mengalami penurunan kembali," kata Syaiful.

Ia menyebutkan bahwa blewah yang dijualnya hampir selalu laku setiap hari. Selain disebabkan oleh tingginya permintaan, buah tersebut memang tidak dapat disimpan dalam waktu yang lama.

"Blewah ini akan cepat membusuk jika disimpan terlalu lama. " Oleh karena itu, perlu segera terjual. "Apabila dipaksakan untuk bertahan lama, rasanya juga sudah tidak segar," ujarnya.

Syaiful menyatakan bahwa ia tidak berani menyimpan terlalu banyak stok agar terhindar dari kerugian. Dia memutuskan untuk membawa barang dalam jumlah yang sesuai dengan estimasi penjualan harian. "Dia berharap semua produk terjual," tuturnya.



Nara Sumber        Syaiful ( Pedagang Buah Blewah )

                           Sukardi ( Pedagang Buah Blewah )


Penulis Berita        Raden Dede Sudrajat


Referensi              Regional.kompas.com 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon