Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Pilu Usman, pada awal tahun ini sudah terjadi empat kali banjir yang merendam perumahan Griya Nuansa Dawuan Cirebon.

 

Sejumlah petugas Brimob Polda Jabar membantu mengevakuasi warga Perum Griya Nuansa Dawuan, Desa Kalibaru, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada Kamis (5/2/2026) malam hari.

Blogger.com ----- Bencana banjir kembali menggenangi Perumahan Griya Nuansa Dawuan, Desa Kalibaru, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Kamis malam, 5 Februari 2026. Banjir ini terjadi untuk yang keempat kalinya menimpa warga dalam waktu satu bulan di awal tahun 2026.

Air dari Sungai Cipager meluap ke area perumahan dan mengalir masuk ke dalam rumah-rumah warga, sehingga merusak beberapa perabot. Menurut data yang ada, lebih dari 100 rumah terpengaruh oleh banjir dengan ketinggian air mencapai antara 70 hingga 100 sentimeter di lokasi terdalam yang dekat dengan aliran sungai.

Seorang warga, Usman, menyatakan bahwa banjir kali ini tiba-tiba terjadi meskipun di daerah perumahan tidak ada hujan yang turun dengan lebat. Kondisi ini terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi di bagian hulu, yaitu di Kabupaten Cirebon dan Kuningan.

"Banjir yang terjadi kali ini tidak disebabkan oleh hujan deras; dapat dilihat dari atap yang masih kering. Namun, di daerah hulu, seperti Cirebon dan Kuningan, hujan cukup lebat, dan sungai Cipager telah melampaui ketinggian 100 sentimeter. 

Oleh karena itu, kami harus waspada, karena banjir dipastikan akan terjadi," ungkap Usman saat dijumpai Kompas. com, Kamis (5/2/2026) malam.

Pagar perumahan mengalami kerusakan dan belum ada solusi.

Keadaan banjir kali ini semakin buruk akibat jebolnya pagar penahan yang mengelilingi kawasan perumahan. Sebagai akibatnya, aliran air dari anak Sungai Cipager langsung memasuki permukiman masyarakat tanpa ada penghalang. 

Usman mengungkapkan bahwa sejak bulan Januari 2026, rumahnya telah terendam banjir sebanyak empat kali. Tingkat keparahan ini dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu.

Ia juga mengungkapkan penyesalan terhadap tindakan pengembang perumahan yang dianggap tidak memberikan solusi nyata sejak pembangunan perumahan ini dimulai pada tahun 2022. 

Banjir yang terjadi kali ini tidak disebabkan oleh hujan deras, dapat dilihat dari atap yang masih kering. Sejak bulan Januari tahun 2026, banjir telah terjadi sebanyak empat kali. "Usaha masyarakat untuk mendapatkan penjelasan dari pengembang perumahan masih belum berhasil," keluh Usman.

Masyarakat merasa bingung karena kurangnya kejelasan mengenai tanggung jawab antara pengembang dan pemerintah daerah dalam menangani masalah yang terjadi setiap tahun ini.

151 KK Terpengaruh, Camat Akan Mengundang Pengembang

Camat Tengah Tani Tedi Tri Susilo menjelaskan bahwa banjir kali ini menggenangi dua desa sekaligus, yaitu Desa Dawuan dan Desa Kalibaru. Terdata sebanyak 151 kartu keluarga (KK) tinggal di rumah-rumah yang terkena dampak genangan air tersebut. 

Pihak kecamatan, bersama dengan TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), telah melaksanakan tindakan darurat dan mengarahkan evakuasi ke tempat yang aman.

Terdapat dua desa di kawasan Kecamatan Tengah Tani, yaitu Dawuan dan Kalibaru, yang mengalami genangan air akibat banjir. "Kami telah mengambil langkah antisipasi dengan mengawasi debit aliran Sungai Cipager, sehingga warga dapat diselamatkan lebih awal dan tidak ada korban," ungkap Tedi. 

Tedi menekankan, selain melakukan penanganan darurat, pihaknya akan segera mengundang pemerintah desa dan pihak pengembang perumahan untuk membahas solusi penanganan banjir secara menyeluruh. 

Koordinasi ini sangat penting agar dapat diambil tindakan nyata, seperti memperbaiki sistem drainase atau tanggul, sehingga masyarakat tidak selalu menjadi korban banjir yang sering terjadi.





Nara Sumber.    Usman ( Warga Sekitar )

                            Tedi Tri Susilo ( Camat Tengah Tani )


Penulis Berita.  Raden Dede Sudrajat 


Referensi.         Bandung.kompas.com



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon