Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Prabowo Memerintahkan Korve, Ribuan Anggota Polda Sulut Dikerahkan ke Daerah Pesisir Pantai Manado.

 

Ribuan personel kepolisian melakukan aksi bersih-bersih sampah di sepanjang Jalan Boulevard 1 hingga kawasan Megamas Manado, Jumat (6/2/2026)

Blogger.com ----- Prabowo Memerintahkan Korve, Ribuan Anggota Polda Sulut Dikerahkan ke Daerah Pesisir Pantai Manado Ribuan anggota dari Polda Sulawesi Utara (Sulut) mengadakan kegiatan kerja bakti atau "korve" secara besar-besaran di area pesisir pantai Manado pada pagi hari Jumat (6/2/2026).

Lebih dari 1. 000 anggota kepolisian dikerahkan untuk membersihkan sampah di sepanjang Jalan Boulevard 1 sampai wilayah Megamas Manado.

Aktivitas ini adalah langkah lanjutan dari perintah Presiden Republik Indonesia dan Kapolri mengenai upaya menjaga lingkungan.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 06. 00 WITA ini dipimpin secara langsung oleh Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie, yang didampingi oleh Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Awi Setiyono beserta para pejabat utama Polda Sulut.

Kerja sama antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah

"Tindakan ini adalah hasil kerjasama antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di area-area penting pariwisata," kata Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono.

Selain itu, Brigjen Pol Awi Setiyono menyatakan bahwa, berdasarkan perintah dari Gubernur Sulawesi Utara, Polda Sulut memperoleh area untuk melakukan kerja bhakti di Jalan Boulevard 1 dan daerah Megamas. “Syukur kepada Tuhan, sekitar pukul 07. 00 WITA, kegiatan telah rampung dan area terlihat jauh lebih bersih,” ungkap Brigjen Pol Awi Setiyono.

Keberadaan perubahan dalam pola hidup masyarakat sangatlah penting.

Wakapolda juga menekankan bahwa perubahan gaya hidup masyarakat sangat penting, termasuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kita perlu mulai terbiasa menggunakan wadah minum yang ramah lingkungan, bukan yang sekali pakai. "Yang terpenting adalah memberikan edukasi tentang kebiasaan membuang sampah pada tempat yang tepat," tambahnya.

Dengan mempertimbangkan bahwa kawasan Boulevard dan Megamas adalah daya tarik utama bagi wisatawan dari dalam negeri maupun luar negeri, Wakapolda mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan demi kenyamanan bersama.

Ini adalah lokasi pariwisata, tempat berkumpulnya masyarakat Sulut serta pengunjung asing untuk bersantai maupun melakukan olahraga air. "Marilah kita menjalani hidup yang sehat dan bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan," tutup Wakapolda.



Nara Sumber     Brigjen Pol Awi Setiyono ( Wakapolda Sulut )

                        Irjen Pol Roycke Harry Langie ( Kapolda Sulawesi Utara )


Penulis Berita    Raden Dede Sudrajat


Referensi           Regional.kompas.com




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon