Kode iklan di atas
PT SGN MKSO Kebun Dhoho menyediakan lahan seluas 5. 805,59 hektare untuk penanaman tebu.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
| Petinggi PT Sinergi Gula Nasional Manajemen Kerja Sama Operasional (SGN MKSO) Tebu Kebun Dhoho meninjau lahan untuk tanam tebu di Kediri, Jawa Timur. |
Blogger.com ---- PT Sinergi Gula Nasional Manajemen Kerja Sama Operasional (SGN MKSO) Tebu Kebun Dhoho yang terletak di Kediri, Jawa Timur, sedang mempersiapkan lahan untuk penanaman tebu guna mencapai target dalam mendukung swasembada gula.
"Hampir setiap hari, kami melakukan pengecekan lahan guna memastikan bahwa program penanaman kami berjalan dengan baik," kata General Manager PT SGN MKSO Kebun Dhoho, Juniyanto, dalam pernyataan yang diterima pada hari Rabu.
Pihaknya menyatakan bahwa MKSO Kebun Dhoho saat ini mengelola lahan tebu seluas 5. 805,59 hektare, yang terbagi menjadi dua rayon, yaitu Rayon Dhoho I seluas 2. 055 hektare yang terletak di Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.
Adapun yang kedua adalah Rayon Dhoho II dengan luas 1. 295,5 hektare yang mencakup sejumlah kabupaten di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Blitar.
Ia menyatakan bahwa program yang dijalankan oleh perusahaan berlangsung dengan baik, termasuk semua program terkait tanaman tebu di area MKSO Kebun Dhoho.
"Syukur Alhamdulillah, hingga saat ini program berjalan dengan baik," kata dia.
Juniyanto menyatakan bahwa tantangan utama yang dihadapi pada musim 2026 bagi tanaman tebu adalah cuaca yang tidak menentu.
Pihak tersebut berharap bahwa situasi ini tidak akan berdampak signifikan pada produksi tebu, sehingga pada saat musim giling, hasil tebu yang diperoleh dapat berkualitas baik.
Pada periode tanam 2024-2025, Kebun Dhoho yang memiliki luas lahan tebu giling sebesar 3. 357 hektare dapat menghasilkan tebu sekitar 311. 151 ton. Produksi gula dapat mencapai jumlah sebesar 26. 591 ton.
Sementara itu, untuk musim giling 2026, pihaknya belum memberikan banyak informasi terkait data.
Ia juga memberikan bantuan kepada para petani tebu di daerah ini, sehingga hasil tanaman tebu ke depannya dapat baik. Selain itu, perusahaan juga berupaya dan percaya bahwa produksi tebu yang dihasilkan dapat mendukung program kemandirian gula.
"Kami meminta dukungan doa dari seluruh masyarakat agar hasil tanaman MKSO Kebun Dhoho tahun ini dapat memuaskan dan berkontribusi pada keberhasilan program swasembada gula nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat," ungkapnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menetapkan target produksi gula nasional sebesar 3 juta ton pada tahun 2026. Hal ini dilakukan sebagai strategi untuk memperkuat ketahanan swasembada gula, mengurangi impor, meningkatkan produktivitas tebu, serta memperkuat kemandirian pangan di tingkat nasional.
Ia mengungkapkan bahwa produksi pada tahun 2025 diperkirakan mencapai sekitar 2,68 juta ton dan ditargetkan meningkat menjadi sekitar 3 juta ton pada tahun 2026. Dengan demikian, kebutuhan konsumsi nasional terhadap gula putih dapat dipenuhi melalui produksi lokal.
Menteri Amran menyatakan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, pihaknya menargetkan perluasan dan optimalisasi lahan tebu hingga mencapai 100 ribu hektare sebagai langkah strategis untuk memperkuat produksi gula di dalam negeri
"Pemerintah menetapkan sasaran untuk memperluas dan mengoptimalkan area lahan tebu mencapai 100 ribu hektare secara nasional, di mana sekitar 70 ribu hektare atau 70 persen terletak di Jawa Timur," katanya.
Nara Sumber Andi Amran Sulaiman ( Menteri Pertanian ).
Juniyanto ( General Manager PT SGN MKSO
Kebun Dhoho ).
Penulis Berita Raden Dede Sudrajat
Referensi Antaranews.com/Berita
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar