Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Puting beliung melanda Comal Pemalang, mengakibatkan kerusakan pada sembilan warung dan dua rumah.

 

Kios dan warung rusak dan sebagian porak poranda akibat tersapu angin puting beliung

Pemalang, Blogger.com ----- Jumlah warung yang rusak di Desa Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, akibat angin puting beliung pada sore hari Kamis (19/2/2026) adalah 9, dan terdapat 2 rumah yang juga mengalami kerusakan.

Tidak terdapat korban jiwa maupun cedera dalam kejadian tersebut. Namun, kekuatan angin membuat warga menjadi cemas. Angin tersebut bertiup dari utara dan berputar menuju selatan hingga mencapai kawasan Perumahan Grand Comal.

Kapolsek Comal, AKP Iman Santoso menginformasikan bahwa kejadian angin puting beliung berlangsung sekitar pukul 15. 45 WIB.

Sebagai hasilnya, sembilan warung yang berada di sekitar tempat kejadian telah mengalami kerusakan. Dua di antara mereka mengalami kerusakan yang parah.

Tidak hanya pada warung, angin puting beliung juga menyebabkan dua rumah mengalami kerusakan pada bagian atap dan kanopi.

Jumlah warung atau kios yang mengalami kerusakan adalah sekitar 9, yang terdiri dari 7 warung dengan kerusakan ringan dan 2 warung dengan kerusakan berat. "Di samping itu, ada 2 unit rumah yang mengalami kerusakan di Grand Comal," kata Iman Santoso.

"Banyak rumah di Grand Comal mengalami kerusakan, dan dua unit rumah rusak hingga kanopi pada teras rumah ikut terangkat oleh angin," katanya.

Warga dalam keadaan cemas

Warga Purwoharjo, Mesgus (55) yang menyaksikan terjadinya angin puting beliung mengaku merasa cemas. Menurutnya, banyak warga yang bersuara keras dan ada juga yang menangis.

Pada saat insiden tersebut, ia pun meneriakkan dengan keras untuk memperingatkan warga lainnya agar menjauhi bangunan tersebut

Ketika peristiwa tersebut berlangsung, saya berusaha untuk berteriak dengan suara keras, agar orang-orang sadar dan menjauh dari bangunan semi permanen yang terbuat dari bahan seng. "Karena dapat menimbulkan bahaya," ujarnya.



Nara Sumber             AKP Iman Santoso ( Kapolsek Comal ).

                                Mesgus ( Warga Purwoharjo )


Penulis Berita            Raden Dede Sudrajat


Referensi                  Regional.kompas.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon