Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Revitalisasi Lahan Tidur Mendorong Perekonomian Desa Kalongliud

 

Petani Desa Kalongliud mengelola lahan pertanian produktif hasil pemulihan pascabencana.

Kabupaten Bogor, Blogger.com ------ Usaha untuk memulihkan lahan yang tidak terpakai di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kini mulai memberikan hasil bagi ketahanan pangan serta peningkatan ekonomi masyarakat desa setelah terjadinya bencana alam dan tantangan ekonomi di daerah tersebut pada tahun 2020.

Pada waktu itu, banjir dan tanah longsor menghancurkan seluruh sistem irigasi desa. Sekitar 150 hektar lahan pertanian mengalami kekurangan air, sementara banyak petani dan ratusan pekerja pertanian kehilangan kestabilan pekerjaan mereka di tengah pandemi Covid-19 yang juga memengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat.

Model Pertanian Sirkular yang Terintegrasi

“Program Garitan Kalongliud menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga mencakup penguatan ekonomi serta ketahanan sosial,” ungkap Sekretaris Perusahaan PT Antam Tbk Wisnu Danandi Haryanto, dalam pernyataannya, Selasa (24/2/2026).

“Antam percaya bahwa pendekatan yang berfokus pada ekosistem dapat menghasilkan pengaruh yang lebih besar dan berkelanjutan untuk masyarakat,” tambahnya.

Dari kondisi tersebut, muncul inisiatif Garitan Kalongliud yang diprakarsai oleh Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor ANTAM bersama masyarakat setempat sebagai model pertanian sirkular terpadu. Inisiatif ini menekankan pada pemanfaatan lahan yang tidak terpakai, efisiensi dalam penggunaan air, pengelolaan limbah, serta penguatan organisasi petani yang berbasis komunitas.

Sebanyak 35 hektar lahan yang tidak terpakai telah berhasil diperbaiki menjadi lahan yang menghasilkan. Limbah yang berasal dari daerah setempat, seperti kotoran domba, diolah menjadi pupuk organik dengan pengolahan sekitar 25 ton limbah yang dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen.

Penerapan sistem irigasi tetes juga meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 60 persen di daerah yang sebelumnya menghadapi tekanan pada sumber daya air.

Pemulihan lingkungan diperkuat dengan menanam 3. 000 pohon di tepi Sungai Cinyurug, yang membantu mengurangi emisi karbon sebesar 21,5 ton CO? eq setiap musim tanam.

Dampak Ekonomi dan Struktur Kelembagaan Desa

Dari sudut pandang ekonomi, pendapatan kelompok petani mengalami peningkatan sebesar 65 persen, sedangkan biaya untuk pupuk mengalami penurunan sekitar 50 persen. Pada masa penanaman cabai 2024–2025, usaha tersebut mencatatkan laba sebesar Rp 246. 258. 000.

Evaluasi yang menggunakan pendekatan Social Return on Investment (SROI) menunjukkan nilai sebesar 4,34. Ini berarti bahwa setiap satu rupiah yang diinvestasikan dapat memberikan manfaat sosial lebih dari empat rupiah. Perubahan juga berlangsung pada struktur sosial ekonomi di desa.

Para petani yang sebelumnya bekerja secara sendiri-sendiri dan mengandalkan tengkulak kini telah terorganisir dalam empat kelompok tani resmi melalui Surat Keputusan Desa. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berfungsi sebagai penghubung pasar untuk meningkatkan akses distribusi dan posisi tawar para petani.

Program ini juga menjangkau masyarakat yang rentan dengan total 869 penerima manfaat langsung dan 9. 874 penerima manfaat tidak langsung. Sebanyak 68 orang dari kelompok yang rentan, seperti petani, orang tua, anak-anak, keluarga yang kurang mampu, serta mantan pelaku tambang ilegal, diberdayakan dalam sistem ekonomi desa.

Indeks kepuasan masyarakat mengenai program ini tercatat sebesar 90,82 persen. Rumah Belajar Garitan yang dibangun di desa itu kini telah berkembang menjadi pusat pembelajaran dan telah dikunjungi oleh lebih dari 696 pengunjung, baik dari lokal maupun nasional, serta mulai ditiru di desa-desa lainnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon