Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Satu Malam, 14 Bencana Menyerang Majalengka: Tanah Longsor hingga Banjir Merendam Pemukiman.

 

Petugas saat membersihkan material longsor di jalur Maja-Talaga, tepatnya di kawasan Cikebo, Majalengka, Rabu (11/2/2026) malam

Majalengka, Blogger.com ---- Dalam satu malam, Kabupaten Majalengka yang terletak di Jawa Barat mengalami 14 kejadian bencana alam secara bersamaan. Kejadian ini berlangsung setelah hujan lebat disertai angin kuat yang menerpa daerah ini pada hari Rabu (11/2/2026).

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, menjelaskan bahwa hujan deras telah berlangsung lebih dari lima jam, dimulai dari pukul 14. 00 WIB hingga malam hari.

"Kejadian bencana yang dilaporkan terjadi semalam meliputi tanah longsor, banjir, serta kondisi cuaca yang ekstrem," kata Agus ketika dikonfirmasi, Kamis (12/2/2026).

Berdasarkan data yang tercatat, BPBD Majalengka melaporkan bahwa 14 peristiwa bencana tersebut terjadi di 14 desa yang berbeda yang terdapat di enam kecamatan.

Area yang terpengaruh mencakup Kecamatan Maja, Argapura, Talaga, Lemahsugih, Kadipaten, dan Panyingkiran.

Agus menyatakan bahwa, meskipun hujan terjadi di seluruh area, insiden terbanyak dicatat di daerah selatan Majalengka.

Hal ini disebabkan oleh bentuk wilayah selatan yang paling rentan terhadap pergerakan tanah atau longsor. Syukurlah, rangkaian bencana ini tidak menyebabkan hilangnya nyawa, "Alhamdulillah, sampai sekarang tidak ada laporan mengenai korban jiwa," ujarnya dengan tegas.

Akses yang Terhambat

Akan tetapi, pengaruh dari cuaca yang ekstrem ini cukup berarti. Akses jalan provinsi pada jalur Maja-Talaga, khususnya di daerah Cikebo, mengalami keadaan terhenti sepenuhnya.

Kendaraan tidak dapat melewati jalan selama sekitar satu jam akibat material longsoran yang menutupi sisi jalan. Tim gabungan segera bertindak cepat untuk melakukan pembersihan agar jalur dapat dilalui kembali.

Sementara itu, air banjir menggenangi kawasan pemukiman di Kecamatan Panyingkiran.

Telah tercatat sebanyak 65 rumah warga dan fasilitas ibadah yang terendam air di Desa Bonang dan Desa Leuwiseeng. Pada saat ini, kebanyakan kondisi banjir mulai perlahan mereda.

"Proses pengumpulan data mengenai dampak kerusakan masih kami lakukan," tambah Agus. BPBD Majalengka, bersama TNI, Polri, dan lembaga terkait, terus melaksanakan penilaian dan tanggap darurat.

Agus juga meminta kepada masyarakat untuk selalu waspada mengingat bahwa kemungkinan terjadinya hujan deras masih sangat tinggi. "Kami mengundang masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi dari BPBD dan segera melaporkan apabila terjadi keadaan darurat," ujarnya.


Nara Sumber        Agus Tamim ( Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD 

                                                    Kabupaten Majalengka )


Penulis Berita       Raden Dede Sudrajat


Referensi            Bandung.kompas.com 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon