Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Seorang anak berusia 12 tahun meninggal dunia akibat tenggelam saat berenang di muara sungai Pantai Gumicik, Bali.

 

Petugas gabungan saat mengevakuasi jenazah seorang bocah, berinisial NP (12), yang ditemukan tewas tenggelam di dasar muara sungai Pantai Gumicik, Desa Ketewel, Kabupaten Gianyar, Bali, pada Minggu (8/2/2026). 

Blogger.com ----- Penduduk Banjar Gumicik, Desa Ketewel, Kabupaten Gianyar, Bali, terkejut oleh suara teriakan dua anak di tepian muara Sungai Pantai Gumicik.

Mereka berteriak meminta bantuan karena salah satu teman mereka tenggelam setelah terhempas ombak besar saat berenang di muara sungai pantai tersebut, sekitar pukul 15. 00 Wita, pada hari Minggu (8/2/2026).

Kepala Seksi Humas Polres Gianyar, Ipda I Gusti Ngurah Suardita, menyatakan bahwa korban yang mengalami tenggelam adalah NP, seorang pelajar berusia 12 tahun.

"Setelah pencarian oleh tim yang berkolaborasi, pada pukul 17. 30 Wita, korban berhasil ditemukan di dasar muara dalam kondisi telah meninggal," ujar Suardita, Senin (9/2/2026).

Ia menyatakan bahwa peristiwa ini dimulai ketika korban beserta dua orang temannya tiba di lokasi dengan menggunakan sepeda kayuh.

Ketiga orang tersebut kemudian bermain dan berenang di pertemuan sungai dengan pantai itu. Setelah beberapa waktu, dua teman korban mengundangnya untuk berhenti berenang.

Namun, korban masih ingin terus berenang. Sementara itu, dua temannya memilih untuk tidak ikut berenang lagi. Tidak lama setelah itu, datang ombak besar yang langsung menghantam tubuh korban. Sebagai akibatnya, korban terhanyut dan terdorong ke arah muara.

Menyaksikan peristiwa tersebut, kedua temannya berusaha membantu dengan melempar pelampung plastik berwarna hijau ke arah korban. Namun, korban tidak mampu meraih pelampung tersebut dan akhirnya tenggelam.

"Dua teman korban berteriak meminta bantuan, lalu warga datang ke lokasi kejadian dan melaporkan kepada Polsek Sukawati," ujarnya.

Selanjutnya, anggota Polsek Sukawati berkolaborasi dengan tim Basarnas, Satpolair Polres Gianyar, dan Balawista, bersama masyarakat, melaksanakan pencarian terhadap korban.

Akhirnya, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dan selanjutnya jasad korban diantarkan ke rumah sakit untuk perawatan sebelum diserahkan kepada keluarganya.




Nara Sumber    Ipda I Gusti Ngurah Suardit ( Kepala Seksi Humas Polres Gianyar )


Penulis Berita    Raden Dede Sudrajat


Referensi          Depansar.kompas.com 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon