Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Seorang pelajar MTs di Brebes Dilaporkan Menghilang Saat Berendam di Sungai Maiyah.

 

Tim SAR gabungan melakukan pencarian pelajar MTs diduga hilang tenggelam di Sungai Maiyah, Desa Pejagan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (7/2/2026)

Blogger.com ----Seorang siswa kelas 7 dari salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Brebes dilaporkan menghilang karena tenggelam saat bermain di Sungai Maiyah, yang terletak di Desa Pejagan, Kecamatan Tanjung, Brebes, Jawa Tengah, pada Sabtu (7/2/2026).

Kejadian itu terjadi di aliran sungai yang terletak di selatan rel kereta api jalur Pantura. Korban diketahui berinisial Deni Arya Lembayung (13) yang merupakan penduduk Desa Pejagan RT 01 RW 02, Kecamatan Tanjung.

Informasi mengenai kejadian pertama kali diterima oleh Posko SAR Kabupaten Brebes sekitar pukul 10. 45 WIB. Sampai malam hari, korban dilaporkan masih belum ditemukan.

Menurut keterangan dari saksi mata yang merupakan penduduk setempat, yaitu Taroni (45 tahun), insiden tersebut dimulai sekitar pukul 09. 40 WIB, ketika korban datang untuk bermain dan berenang bersama dua temannya di Sungai Maiyah yang mengalir menuju Desa Krakahan.

Meskipun ketiganya sempat terbawa arus, dua teman korban yang bernama Ulil (13) dan Aray (13) berhasil selamat dari kejadian tersebut. Sementara itu, korban yang hilang diduga telah tenggelam.

Sekitar pukul 10. 00 WIB, diperkirakan bahwa korban tidak dapat berenang dengan baik sehingga terbawa arus sungai yang cukup kuat. "Korban lalu masuk ke dalam gorong-gorong dan menghilang dibawa arus," ucap Taroni kepada para wartawan.

Taroni yang menyaksikan peristiwa itu berusaha untuk memberikan pertolongan. Namun, kuatnya arus sungai mengakibatkan korban tidak berhasil diselamatkan dan akhirnya lenyap ke dalam saluran di bawah rel kereta.

Koordinator SAR Brebes, Waryadi, menyampaikan bahwa setelah menerima laporan, timnya segera melakukan tindakan pencarian.

Pencarian dilaksanakan mengikuti aliran Sungai Maiyah sejauh kurang lebih 2 kilometer menuju Desa Krakahan. Pada sore hari, korban masih belum berhasil ditemukan.

Operasi pencarian saat ini dihentikan dan akan diteruskan pada hari berikutnya. Pihak SAR meminta kepada masyarakat, terutama orang tua, untuk lebih waspada dalam mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sungai, terutama saat debit air sedang tinggi dan arusnya kuat," ujarnya.



Nara Sumber            Taroni ( Saksi Mata/Warga Sekitar )


Penulis Berita           Raden Dede Sudrajat


Referensi                Regional.kompas.com





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon