Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Setelah terjadinya banjir setinggi 2 meter di Babakan Madang, Bogor, banyak warga yang mengeluhkan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) serta penyakit kulit.

 

Tim Dokkes Polres Bogor memeriksa kondisi kesehatan warga terdampak banjir di wilayah Cijayanti dan Bojongkoneng, Kabupaten Bogor, Kamis (12/2/2026). 

Cijayanti, Blogger.com ----- Penduduk yang terpengaruh oleh banjir besar setinggi 2 meter di Desa Cijayanti, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, mulai menghadapi berbagai masalah kesehatan. Keluhan yang paling sering dialami oleh masyarakat mencakup infeksi saluran pernapasan yang akut, penyakit kulit, serta masalah pencernaan.

Kepala Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Kasi Dokkes) di Polres Bogor, dr. Elynda menyampaikan bahwa tim medis telah melakukan pemeriksaan kesehatan kepada 155 warga dalam acara bakti kesehatan yang dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 12 Februari 2026.

Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengawasi pengaruh kesehatan akibat banjir setinggi 2 meter yang menggenangi RT 1 hingga 5 di Kampung Cicarewed.

Pada hari ini, tim Dokkes Polres Bogor memberikan layanan kesehatan kepada 155 warga yang melakukan pemeriksaan kesehatan. Sebagian besar masyarakat mengeluhkan penyakit yang muncul setelah banjir, seperti infeksi saluran pernapasan akut, dermatitis atau penyakit kulit, tekanan darah tinggi, serta masalah pencernaan atau gastritis,” kata dr. Elynda berada di tempat pelaksanaan kegiatan. 

Keadaan lingkungan yang disebabkan oleh paparan lumpur sisa banjir diidentifikasi sebagai salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit.

Selain itu, beberapa warga masih melakukan aktivitas dan tinggal di rumah yang belum sepenuhnya bebas dari sisa-sisa material banjir. Selain menyediakan layanan kesehatan, Polres Bogor juga mempersiapkan dapur umum dan fasilitas pengolahan air bersih di area yang terkena dampak.

Usaha ini dilakukan untuk melindungi kebersihan, kesehatan, serta untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama proses pemulihan setelah banjir.

Kapolsek Babakan Madang, AKP Trias Karso Yuliantoto, menyatakan bahwa tim gabungan tetap menemani masyarakat dalam kegiatan pembersihan lingkungan.

"Anggota gabungan dari Polsek, Sat Samapta Polres Bogor, TNI, dan instansi terkait turut serta membantu masyarakat membersihkan bekas lumpur agar lingkungan menjadi sehat dan aman kembali," kata Trias. 

"Banjir mengakibatkan beberapa dinding rumah masyarakat runtuh dan lantai tenggelam," kata dia.

Polres Bogor, bersama dengan Kesatuan Brimob Cikeas, turut mendirikan Dapur Umum serta fasilitas Pengolahan Air Bersih di tempat pengungsian.

Kami menyediakan sekurang-kurangnya 400 porsi makanan siap saji dari Dapur Umum setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga yang rumahnya masih dalam tahap pembersihan. 

"Sumber air bersih juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan sanitasi masyarakat," tambahnya. 

Hingga saat berita ini disampaikan, keadaan air sudah sepenuhnya surut dan masyarakat mulai kembali ke rumah masing-masing dengan pendampingan dari personel kepolisian untuk melakukan kerja bakti secara bersama-sama.

Polres Bogor mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari mendatang.


Nara sumber    dr. Elynda ( Kepala Seksi Kedokteran dan Kesehatan Porles Bogor )

                            AKP Trias Karso Yuliantoto ( Kapolsek Babakan Madang ) 


Penulis Berita.  Raden Dede Sudrajat 


Referensi.          Bandung.kompas.com




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon