Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Tanah Bergerak, 3 Rumah di Tomo Sumedang Terperosok ke Sungai Cipeles

 

Bencana pergerakan tanah merusak tiga rumah di Tomo, Sumedang, Jabar, Senin (2/2/2025) malam.

Blogger.com ----- Bencana pergerakan tanah terjadi di Dusun Caricangkas, Desa Karyamukti, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada malam hari Senin (2/2/2026).

Kepala BPBD Sumedang, Bambang Rianto menyatakan bahwa tiga rumah warga mengalami kerusakan berat akibat pergerakan tanah yang panjangnya mencapai 15 meter dengan ketinggian sekitar 10 meter di lokasi tersebut.

Kejadian ini berlangsung tidak jauh dari aliran Sungai Cipeles, sekitar 40 meter dari titik longsor. "Penyebab pergerakan tanah ini adalah hujan deras yang terus menerus mengguyur kawasan Sumedang, ditambah adanya mata air di bawah lokasi," jelas Bambang kepada Kompas. com pada Selasa (3/2/2026).

Bagian Dapur Terhitam Parah

Bambang menyampaikan bahwa tiga rumah yang mengalami kerusakan serius adalah milik Uun Kurniasih (1 KK, 1 jiwa), Evin (1 KK, 3 jiwa), dan Enok Ninih (1 KK, 2 jiwa).

Kerusakan paling parah terlihat pada bagian belakang bangunan rumah. "Rusaknya rumah terutama terjadi di bagian belakang, yaitu di dapur," ujar Bambang.

Syukurlah, tidak ada korban jiwa akibat kejadian yang berlangsung malam itu. Namun, semua pemilik rumah saat ini harus tinggal sementara di tempat yang lebih aman, yaitu rumah anggota keluarga mereka.

"Tidak ada korban jiwa, kami juga sudah melakukan penilaian di lokasi," ungkap Bambang.

Pemasangan Rucuk Bambu

Sebagai langkah darurat, BPBD Sumedang melakukan pengaturan rucuk bambu dan tumpukan karung di lokasi pergerakan tanah. Tindakan ini bertujuan untuk memperlambat pergerakan tanah agar tidak meluas ke bangunan lain.

BPBD juga telah mendistribusikan bantuan logistik dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk langkah mitigasi jangka panjang. "Untuk penanganan lebih lanjut, kami akan mengajukan permohonan studi dan analisis teknis kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung.

Ini dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko dan rekomendasi penanganan selanjutnya," tambah Bambang.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat di Dusun Caricangkas untuk tetap tenang tetapi tetap waspada, mengingat curah hujan di wilayah Sumedang masih tinggi.

"Kami telah meminta warga di sekitar lokasi untuk sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman," tutup Bambang.




Nara Sumber                Bambang Rianto ( Kepala BPBD Sumedang )


Penulis Berita              Raden Dede Sudrajat


Referasi                       Bandung.kompas.com





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon