Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Tanah Longsor Di Jember Mengakibatkan Fondasi Jalan Roboh, 5 Kepala Keluarga Terancam.

 

Tanah Longsor Di Dusun Pakel, Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur 

Kabupaten Jember, Blogger.com ----- Peristiwa tanah longsor telah terjadi di Dusun Pakel, Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang berada di jalur penghubung antara dusun Pakel dan Arjasa.

Tanah longsor terjadi setelah daerah Jember menerima hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada hari Minggu (22/02/2026) sore, sekitar pukul 16. 00 WIB.

Dua jam kemudian, sekitar pukul 18. 00 WIB, lereng tanah di area tersebut mulai bergerak hingga akhirnya terjadi longsor.

Peristiwa ini baru dilaporkan secara resmi pada Rabu (25/02/2026) pukul 13. 30 WIB setelah tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan penilaian langsung di lapangan.

Berdasarkan hasil evaluasi, longsoran tanah memiliki panjang 6 meter dan tinggi 6 meter. Selain itu, material longsoran pernah mengumpul di area halaman rumah penduduk setempat.

Walaupun jalan masih dapat dilalui, sementara ini kendaraan roda empat dilarang untuk melintas demi menjaga keselamatan pengguna jalan. Hanya kendaraan bermotor dua roda yang masih diperbolehkan melintas di jalur tersebut.

"Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menyatakan bahwa jalan lingkungan dapat dilalui, tetapi dengan akses terbatas dan kendaraan roda empat dilarang melintas. " Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran yang semakin meningkat, mengingat terdapat 5 kepala keluarga (KK) yang berada di area berisiko dan memiliki kemungkinan terdampak jika terjadi longsoran berikutnya. Sekurang-kurangnya, beragam lembaga terkait dan masyarakat lokal segera melakukan tindakan penanganan awal.

Lereng yang mengalami longsor ditutupi dengan terpal untuk memperlambat masuknya air dan mengurangi erosi tanah yang lebih lanjut. Sehubungan dengan kejadian itu, BPBD Jember mengeluarkan beberapa rekomendasi untuk penanganan, baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. “Masyarakat diingatkan untuk berhati-hati terhadap cuaca yang sangat ekstrem dan diharapkan tidak membangun gedung di atas atau di bawah lereng,” tambah Edy.

Selain itu, penduduk disarankan untuk melaksanakan konservasi vegetasi dengan menggunakan tanaman berakar kuat seperti vetiver guna memperkuat kestabilan tanah, serta melakukan perbaikan pada sistem drainase permukaan agar air tidak meresap secara berlebihan ke dalam tanah.

Untuk solusi jangka panjang, BPBD menyarankan pembangunan dinding penahan tanah untuk menghindari longsor yang terjadi kembali serta melindungi jalan lingkungan yang telah mengalami kerusakan. Rekomendasi teknis ini telah disampaikan kepada Dinas PUPR Kabupaten Jember untuk ditindaklanjuti.



Nara Sumber           Edy Budi Susilo  ( Kepala BPBD Jember ).


Penulis Berita          Raden Dede Sudrajat


Referensi                Surabaya.kompas.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon