Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Tanggul di Sungai Cisunggalah telah rusak, mengakibatkan terputusnya jalur Majalaya-Solokan Jeruk akibat lumpur dan sampah.

 

Tanggul Sungai Cisunggalah yang berada di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, jebol pada Rabu (11/2/2026) malam. Ratusan rumah di dua Kecamatan yakni Desa Bojong Kecamatan Majalaya dan Desa Panyadap Kecamatan Solokon Jeruk terdampak luapan air dan material lumpur.

Blogger.com ----- Tanggul Sungai Cisunggalah yang terletak di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, telah jebol pada malam hari Rabu (11/2/2026).

Ratusan rumah di dua daerah, yaitu Desa Bojong Kecamatan Majalaya dan Desa Panyadap Kecamatan Solokan Jeruk, mengalami dampak akibat meluapnya air dan material lumpur.

Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa sejak pagi, penduduk di kedua kecamatan tersebut bekerja sama untuk membersihkan rumah mereka masing-masing.

Tidak hanya itu, material lumpur dan berbagai benda lain yang menghalangi akses jalan masyarakat juga telah dibersihkan.

Keterangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung sedang melakukan respons darurat setelah jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah yang menyebabkan banjir di kawasan pemukiman di dua kecamatan, yaitu Majalaya dan Solokan Jeruk.

Sampai saat ini, tim gabungan berkonsentrasi pada pemulihan akses jalan yang terhalang sepenuhnya oleh material lumpur dan sampah.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Asep Mahmud, mengungkapkan bahwa kegiatan pembersihan melibatkan kerjasama dari berbagai sektor.

Penanganan darurat akibat bencana jebolnya tanggul ini melibatkan seluruh pihak, termasuk TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat setempat. "Fokus utama kami adalah memulihkan akses jalan yang telah terputus," kata Asep ketika ditemui di lokasi yang terdampak, Kamis (12/2/2026).

Pengaruh dari Kerusakan

Sesuai dengan data awal dari hasil penilaian BPBD, banjir sungai yang mengangkut material lumpur tersebut berpengaruh terhadap ratusan penduduk di Desa Bojong (Kecamatan Majalaya) dan Desa Panyadap (Kecamatan Solokan Jeruk).

Menurut hasil asesmen yang sementara, Asep menyatakan bahwa jumlah warga yang terdampak mencapai 310 Keluarga (KK) atau sekitar 660 individu. Selanjutnya, terdapat 5 unit rumah yang mengalami kerusakan parah dan 7 unit rumah yang mengalami kerusakan sedang.

"Tidak ada korban jiwa," ungkapnya. Asep menyatakan bahwa jumlah daerah setingkat RW yang terpengaruh masih dalam tahap pengumpulan data lebih lanjut.

"Proses penilaian belum sepenuhnya selesai, petugas masih melakukan pemeriksaan di wilayah kedua kecamatan yang berdekatan itu," tambahnya.

Pembersihan Bahan

Kedalaman lapisan lumpur yang menutupi jalan menjadi hambatan utama bagi mobilitas masyarakat.

Untuk mempercepat proses normalisasi, BPBD telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan dinas lainnya untuk mengerahkan armada tambahan.

Lumpur dan sampah menutupi jalan dengan total. Saat ini, empat unit truk pengangkut sampah telah dikirim ke lokasi untuk mengangkut bahan.

"Apabila keadaan mengizinkan, kami juga akan mendorong pemanfaatan alat berat seperti loader untuk mempercepat proses pengangkatan lumpur," ujar Asep.

Setelah jalur utama berhasil dilalui, petugas pemadam kebakaran akan menyemprotkan sisa-sisa lumpur agar jalan kembali aman untuk dilintasi kendaraan.

Masyarakat diminta untuk tetap berhati-hati mengingat intensitas hujan yang masih bervariasi di kawasan Bandung Raya.



Nara Sumber          Asep Mahmud ( Kepala Seksi Kedaruratan dan 

                                                  Logistik BPBD Kabupaten Bandung )


Penulis Berita        Raden Dede Sudrajat


Referensi              Bandung.kompas.com





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon