Kode iklan di atas
Wamen LH Apresiasi Banyumas Atas Pengelolaan Sampah, Bupati Klaim Dapat Menyerap 1. 500 Tenaga Kerja
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Blogger.com---- Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono memberikan pujian terhadap cara penanganan sampah di Banyumas.
Pemerintah Kabupaten Banyumas kini tidak lagi mengandalkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang konvensional. Saat ini, pengelolaan sampah dilakukan melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) serta Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang dikelola oleh kelompok swadaya masyarakat (KSM).
Langkah ini dianggap dapat mengurangi beban anggaran serta menciptakan lapangan kerja. Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menjelaskan bahwa perubahan cara pengelolaan sampah berdampak positif dalam efisiensi anggaran daerah.
Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2018, biaya pengelolaan sampah mencapai Rp 40 miliar per tahun. Namun, pada tahun 2025, pengeluarannya diperkirakan tidak lebih dari Rp 10 miliar.
"Dan jumlah ini hanya untuk biaya operasional. Ini artinya, efisiensinya mencapai lebih dari 75 persen," ungkap Sadewo. Ia juga menjelaskan bahwa sekarang terdapat sekitar 45 unit TPST, TPS3R, dan PDU (Pusat Daur Ulang) yang sedang aktif beroperasi di Banyumas.
Keberadaan tempat-tempat pengolahan sampah tersebut telah memberikan pekerjaan bagi lebih dari 1. 500 orang, sebagian besar di antaranya adalah perempuan. "Sekarang sudah ada tiga TPST yang mampu memproduksi RDF yang siap diterima oleh offtaker," tambah Sadewo.
Dia berpendapat bahwa Banyumas masih membutuhkan tambahan sekitar 10 TPST lagi untuk menyempurnakan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.
"Jika ini dapat tercapai, saya yakin sebelum tahun 2029 Banyumas akan mencapai zero waste," ujarnya dengan optimis.
Apresiasi Wakil Menteri Lingkungan Hidup
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono menyatakan bahwa Banyumas merupakan salah satu daerah yang berhasil dalam mengelola sampah melalui TPS3R.
Di Indonesia, terdapat sekitar 4. 494 TPS3R, tetapi 35 persen di antaranya tidak beroperasi.
"Karena itu, KLH mendukung reaktivasi TPS3R yang ada serta pembangunan TPS3R baru untuk menghapus paradigma kumpul-angkut-buang," ujar Diaz saat peluncuran Refuse Derived Fuel (RDF) dan Recycling Center di TPST Sokaraja Kulon, Banyumas, pada Selasa (3/2/2026).
Diaz juga menyampaikan bahwa tingkat pengelolaan sampah di Banyumas telah mencapai sekitar 77 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang masih berkisar antara 25-39 persen. "Kami percaya ini bisa menjadi contoh untuk pengelolaan sampah di Indonesia," tutup Diaz.
Nara Sumber Diaz Faisal Malik Hendropriyono
Wakil Menteri Lingkungan Hidup
Penulis Berita Raden Dede Sudrajat
Referasi Regional.kompas.com
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar