Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Wanadri Menemukan Pendaki Yazid di Bukit Mongkrang yang Berjarak Sekitar 1,7 Km dari Jalur Pejalan Kaki

 

Operasi pencarian SAR (Opsar) suvirvor Yazid Ahmad Firdaus (26), pemuda asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar yang hilang di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, ke-12 Jum'at (30/1/2026). Pencarian kembali berakhir nihil.

Blogger.com ----  Pendaki Yazid Ahmad Firdaus (26) ditemukan telah meninggal dunia pada hari Selasa (10/2/2026) pagi setelah dinyatakan hilang di Bukit Mongkrang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sejak 18 Januari 2026.

Tim dari Wanadri menyatakan bahwa saat ini mereka sedang merancang rute evakuasi. "Saat ini kami masih sedang menyusun jalur evakuasi," ungkapnya ketika dikonfirmasi oleh Kompas. com, Selasa (10/2/2026).

Data awal dari Wanadri menyatakan bahwa Yazid ditemukan di sebuah sungai, yang berjarak sekitar 1,7 kilometer dari jalur setapak Bukit Mongkrang. Korban ditemukan pada pukul 08. 54 WIB, di lokasi 07 41 00 LS dan 111 10 30 BT.

Menurut pernyataan Wanadri, mereka melanjutkan upaya pencarian secara mandiri setelah Basarnas menghentikan operasi pencarian pada Sabtu (31/1/2026) sore.

Menurut laporan dari Tribun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar bekerja sama dengan Basarnas akan segera melakukan koordinasi untuk proses evakuasi.

Diketahui bahwa lokasi di mana Yazid ditemukan berada di area yang sulit diakses. Sementara rekan-rekan lainnya masih melakukan pengecekan di lokasi. Informasi yang ada masih tidak jelas. "Tim TRC serta potensi lainnya masih melakukan pengecekan," kata BPBD Karanganyar.

Proses pencarian Yazid pernah dihentikan.

Yazid, seorang pemuda dari Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, melakukan pendakian ke Mongkrang pada hari Minggu, 18 Januari 2026, bersamaan dengan tiga temannya, yakni Salman, Sukma, dan Riyan

Pendakian tektok akan dimulai pada pukul 06. 30 WIB. Sukma terakhir mengamati Yazid di kawasan batuan yang terletak di atas Pos 3. Setelahnya, Salman dan Sukma melanjutkan perjalanan mereka menuju bawah hingga sampai di basecamp (BC). Akan tetapi, Yazid belum juga muncul.

Sukma kemudian mengambil keputusan untuk naik kembali guna mencari Yazid. Sementara itu, Salman dan Riyan berada di pintu masuk jalur pendakian. Sukma melanjutkan perjalanan ke Pos 2 dan mengalami hujan pada sekitar pukul 13. 50 WIB.

Ketika bersembunyi di pos, Sukma mengontak kedua rekannya di bawah untuk segera memberitahukan pihak basecamp bahwa Yazid tidak ditemukan. Mulai dari tanggal 18 Januari 2026, Yazid dinyatakan sebagai orang yang hilang.

Upaya untuk menemukan Yazid pun dilakukan, hingga diberikan tambahan waktu. Namun, pencarian resmi untuk Yazid dihentikan pada hari Sabtu (31/1/2026), setelah usaha tersebut tidak memberikan hasil yang diharapkan.

Meskipun demikian, pencarian dapat dilanjutkan jika terdapat petunjuk baru mengenai lokasi korban. Kasubsi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Tipe B Surakarta, Basuki, menyatakan bahwa penghentian operasi pencarian dan pertolongan telah dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku serta prosedur operasional yang standar.

Penghentian dilakukan berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 mengenai Pencarian dan Pertolongan, serta Keputusan Kepala Basarnas RI Nomor SK. KBSN-154/HM. 01. 04/VI/BSN-2020 yang menetapkan Standar Pelayanan Publik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan.

"Kami telah melaksanakan perpanjangan, namun hingga saat ini kami belum menemukan jejak dari penyintas," ujar Basuki, pada Minggu (1/2/2026).

Pada saat itu, Basuki menyatakan bahwa penghentian pencarian tidak bersifat tetap. “Jika suatu saat ada tanda-tanda dari penyintas, peluang untuk membuka operasi kembali akan ada,” ujarnya.




Nara Sumber            BPBD Karanganyar.


Penulis Berita           Raden Dede Sudajat


Referensi                Kompas.com/Jawa tengah







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon