Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Banjir di Duri Kosambi, Jakarta Barat, masih belum surut sejak hari Sabtu. Bayi dan ibu hamil telah dievakuasi.

 

Banjir setinggi 60 sentimeter (cm) masih merendam permukiman warga di kawasan Jalan Pulo Indah Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat hingga Senin (9/3/2026) pagi.

JAKARTA, Blogger. com - Banjir masih menggenangi tempat tinggal masyarakat di area Jalan Pulo Indah Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, sejak Sabtu (7/3/2026) hingga Senin (9/3/2026) pagi.

Pengamatan Kompas. com di area tersebut sekitar pukul 08. 00 WIB menunjukkan bahwa akses jalan utama di permukiman itu sejauh kurang lebih 1 kilometer (km) terhenti dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan.

Rumah-rumah penduduk terendam dengan ketinggian yang bervariasi antara 60 hingga 80 sentimeter (cm). Sebagian besar penduduk yang memiliki rumah bertingkat dua memilih untuk tetap tinggal di rumah mereka masing-masing.

Sementara itu, beberapa penduduk yang rumahnya terendam, khususnya keluarga yang memiliki bayi dan ibu hamil, telah dievakuasi dengan menggunakan perahu karet. Di ujung kawasan permukiman, jalan umum telah bertransformasi menjadi area parkir bagi kendaraan roda dua dan roda empat milik warga yang rumahnya terendam oleh banjir.

Kendaraan tersebut dipindahkan ke lokasi yang lebih tinggi dan kering untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh banjir. Zami (20), seorang penduduk yang terkena dampak, menyatakan bahwa banjir mulai menggenangi rumah-rumah penduduk sejak Sabtu malam.

"Sejak malam Minggu, jalanan mulai terendam banjir, meningkat terus dari tengah malam hingga hampir waktu sahur," ujar Zami saat ditemui Kompas. com di lokasi pada hari Senin. 

Ia menjelaskan bahwa meskipun hujan sudah berhenti sejak Minggu pagi, namun meluapnya air sungai dan bendungan di sekitar tempat tinggal menyebabkan banjir tetap meningkat.

Warga sempat merasa khawatir ketika hujan lebat kembali turun pada malam Minggu yang lalu. 

"Umumnya, jika hanya disebabkan oleh hujan, air cepat surut; namun saat ini masih tetap tinggi karena adanya banjir kiriman," ungkapnya. 

Ia mengungkapkan bahwa banjir yang cukup berat ini merupakan insiden kedua yang terjadi sepanjang tahun 2026.

Banjir yang pertama kali terjadi telah menggenangi kawasan permukiman Pulo Indah Raya pada akhir bulan Januari lalu dengan ketinggian air mencapai satu meter. 

Ia juga mengungkapkan keluhan mengenai frekuensi banjir yang terjadi, karena hal ini menghabiskan tenaga untuk membersihkan rumah dan perabotan yang tercemar oleh lumpur banjir. 

Tentu melelahkan, terutama karena harus melakukan pekerjaan membersihkan. "Sudah beberapa kali terjadi banjir seperti ini," ucapnya. 

Ia menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, rumahnya mengalami waktu tanpa banjir yang masuk ke dalam rumah.

Namun, sejak awal tahun 2026, permukiman penduduk kembali terendam banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi turun. Warga berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan masalah banjir dengan tuntas.





Nara Sumber.          Zami ( Warga Sekitar )

Penulis Berita.         R. Dede Sudrajat 

Referensi.                  Megapolitan.kompas.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon