Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

BMKG Mengungkapkan Faktor-Faktor Penyebab Angin Kencang dan Hujan Deras di Malang Raya

 

Pohon tumbang di Kota Batu, Jawa Timur akibat hujan deras dan angin kencang pada Rabu 4 Maret 2026.

Malang, Blogger. com - Malam Rabu (4/3/2026), hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan Malang Raya akibat munculnya dua bibit siklon tropis di selatan Pulau Jawa. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso Malang mengungkapkan bahwa fenomena ini mempengaruhi secara luas, tidak hanya di Jawa Timur, tetapi juga di beberapa daerah lainnya seperti Pulau Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara.

Linda Fitrotul, prakirawan BMKG Karangploso Malang, menyatakan bahwa dua bibit siklon tersebut terdiri dari bibit siklon tropis 90S yang bergerak ke arah timur dan bibit siklon tropis 93S yang bergerak ke arah barat. 

“Adanya dua bibit siklon ini berdampak signifikan terhadap keadaan cuaca di wilayah selatan Indonesia,” kata Linda, pada Kamis (5/3/2026).

Menurut Linda, adanya bibit siklon tersebut dapat menyebabkan potensi cuaca ekstrem, seperti angin kencang yang mencapai lebih dari 45 kilometer per jam dan hujan deras yang mungkin terjadi secara mendadak. 

Ia menerangkan bahwa pola curah hujan dalam periode ini cenderung bervariasi. Hujan dapat terjadi pada waktu pagi, kemudian berkurang, dan kembali turun pada sore hingga malam hari.

BMKG juga memperkirakan bahwa kondisi cuaca ekstrem tersebut masih mungkin terjadi hingga sekitar 10 Maret 2026. Selain itu, pengaruh lain dari kegiatan bibit siklon juga terlihat melalui kenaikan tinggi gelombang di kawasan laut selatan Pulau Jawa yang dapat mencapai lebih dari 6 meter.

Linda menyatakan bahwa munculnya bibit siklon tropis pada waktu ini sebenarnya adalah fenomena yang cukup biasa terjadi selama musim hujan.

"Biasanya, hal ini terjadi antara bulan Februari dan Maret akibat adanya tekanan udara yang rendah serta dinamika atmosfer yang cukup kuat," jelasnya.

BMKG memperkirakan bahwa musim kemarau di area Malang Raya akan dimulai pada awal April dan berlangsung hingga pertengahan Mei tahun 2026. Bibit siklon muncul disebabkan oleh pengaruh dari faktor tekanan rendah serta perubahan iklim. 

Kejadian ini sering terjadi pada bulan Februari dan Maret, atau pada saat puncak musim hujan. "Musim kemarau diperkirakan akan dimulai pada awal bulan April atau pertengahan bulan Mei," katanya.

Oleh karena itu, BMKG mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Penduduk yang tinggal di kawasan dataran tinggi diimbau untuk lebih waspada, sebab keadaan wilayah yang cenderung terbuka dapat menyebabkan tiupan angin terasa lebih kuat. 

Di samping itu, penduduk di daerah kota diingatkan untuk tidak berlindung di bawah pohon ketika terjadi hujan dan angin yang kuat.

"Warga juga diharapkan untuk menjauhi baliho atau papan iklan yang berpotensi tumbang dan sebisa mungkin menghindari melewati jalan yang banyak ditumbuhi pepohonan," tegasnya. 

Sebelumnya telah dilaporkan bahwa pada malam Rabu (4/3/2026), hujan deras bersamaan dengan angin kencang menyebabkan kerusakan pada setidaknya 20 atap rumah warga di Kabupaten Malang, yang sampai beterbangan.

Tidak hanya di Kabupaten Malang, cuaca yang ekstrem ini juga menyebabkan 31 pohon roboh di beberapa lokasi. Selain adanya pohon yang tumbang, kejadian ini juga mengakibatkan beberapa jalan terhalang, merusak sistem listrik dan telekomunikasi, serta mengenai dua mobil pickup yang sedang beroperasi.



Nara sumber         Lind Fitrotul ( prakirawan BMKG Karangploso Malang ).

Penulis Berita.      Raden Dede Sudrajat 

Referensi.               Surabaya.kompas.com



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon