Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Jumlah korban bencana di Aceh Timur yang masih tinggal di pengungsian mencapai 1. 954 orang.


Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaky berdialog dengan pengungsi banjir di Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur,

Blogger.com ----- Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengungkapkan bahwa sebanyak 1. 954 individu dari 601 keluarga yang terdampak bencana hidrometeorologi di kabupaten tersebut masih tinggal di tempat pengungsian.

"Sampai saat ini, terdapat 601 keluarga dengan total 1. 954 jiwa yang terkena dampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 dan masih berada di tempat pengungsian," demikian pernyataan Iskandar Usman Al-Farlaky saat dihubungi dari Banda Aceh pada hari Kamis.

Bupati menyatakan bahwa tempat pengungsian bagi korban bencana tersebut berada di 13 lokasi yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Pante Bidari, Kecamatan Serbajadi, dan Kecamatan Simpang Jernih.

Sebanyak tujuh titik lokasi pengungsian paling banyak terdapat di Kecamatan Pante Bidari, yang tersebar di empat desa atau gampong. Empat desa tersebut adalah Gampong Sah Raja, yang memiliki jumlah pengungsi sebanyak 712 orang dari 239 keluarga.

Di Gampong Sah Raja terdapat tiga lokasi pengungsian, yaitu di Dusun Pureng, Dusun Sarah Gala, dan Dusun Sarah Raja. "Pengungsi tersebut tinggal secara mandiri di dalam tenda keluarga," ujarnya.

Selanjutnya, satu lokasi pengungsian di Gampong Pante Labu terdiri dari 10 keluarga dengan total 39 orang. Pengungsi dari Gampong Pante Labu telah berpindah ke meunasah di Dusun Bahagia.

Selanjutnya, di Gampong Alue Ie Mirah terdapat satu lokasi pengungsian yang menampung 18 orang dari lima keluarga. Gampong Sijudo memiliki dua titik pengungsian yang menampung sekitar 160 orang dari 40 keluarga. Para pengungsi di kedua desa tersebut tinggal secara mandiri di dalam tenda.

Selanjutnya, para pengungsi di Kecamatan Serbajadi tersebar di lima lokasi, termasuk satu lokasi di Dusun Karang Kuda, Gampong Bunin, yang berjumlah 372 orang dari 100 keluarga.

Selanjutnya, terdapat satu lokasi pengungsian di Dusun Peukan Lokop, Gampong Lokop, yang menampung 47 orang pengungsi dari 27 keluarga. Penduduk yang terdampak sedang mengeksplorasi tempat pengungsian di kantor kepala desa setempat.

Selanjutnya, terdapat satu lokasi pengungsian di Dusun Bugak, Gampong Sunti, yang menampung 187 orang pengungsi dari 50 keluarga. Mereka mencari perlindungan di Balai Adat Desa Sekualan.

Satu lokasi pengungsian berada di Gampong Umah Taring, dengan jumlah pengungsi mencapai 180 orang yang berasal dari 55 keluarga. Mereka mencari perlindungan di SD Loot Jering. Terdapat satu titik pengungsi di Gampong Ujung Karang dengan total 18 orang dari lima keluarga. Mereka tinggal di tenda keluarga secara mandiri di Dusun Tembolon.

Di Kecamatan Simpang Jernih, terdapat satu lokasi untuk pengungsi di Gampong Ranto Panjang, yang menampung sebanyak 221 orang dari 70 keluarga. "Mereka mencari perlindungan dengan mendirikan tempat tinggal sementara," ujar Iskandar Usman Al-Farlaky.



Nara Sumber.             Iskandar Usman Al-Farlaky ( Bupati Aceh Timur )

Penulis Berita.           Raden Dede Sudrajat 

Referensi.                    Antaranews.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon