Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Kapuk Muara di Jakarta Utara Terendam Banjir Setinggi 35 Cm, Banyak Sepeda Motor Tidak Dapat Berfungsi.

 

Banjir masih terjadi di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (9/3/2026)

JAKARTA, Blogger. com - Beberapa lokasi di Jalan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara masih mengalami genangan air banjir hingga Senin pagi (9/3/2026). Pengamatan dari Kompas. com di lokasi pada pukul 09. 40 WIB menunjukkan bahwa area yang masih tergenang mulai tampak setelah melewati Rumah Pompa Kapuk 3 di jalan tersebut.

Air yang keruh menggenangi jalan itu sekitar 10 hingga 35 sentimeter. Terdapat sejumlah sampah plastik yang mengapung di lokasi banjir tersebut. Beberapa pengendara sepeda motor dengan terpaksa harus mendorong kendaraan mereka yang mengalami kerusakan.

Beberapa dari mereka memilih untuk memutar kendaraan ke arah Jalan Teluk Gong karena khawatir sepeda motor mereka tidak mampu melewati banjir. Sekelompok warga dapat terlihat berjalan kaki dengan celana yang digulung hingga ke atas lutut.

Ada sejumlah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang hadir di lokasi tersebut. Aman (40), seorang pengemudi yang kendaraannya mengalami kerusakan, tidak menyangka bahwa lokasi tersebut masih dilanda banjir hingga pagi hari pada hari Senin.

"Berusaha menghindari kemacetan di Muara Karang justru terjebak di sini," ungkapnya saat dijumpai Kompas. com di lokasi, pada hari Senin. 

Sementara itu, Aldi (50) yang merupakan penduduk setempat menyatakan bahwa banjir di Kapuk Muara mulai terjadi setelah hujan deras melanda Jakarta pada malam Sabtu (7/3/2026).

Ya, ini adalah akibat banjir yang disebabkan oleh hujan pada malam minggu yang lalu. "Hitungannya sudah mulai menurun, sebelumnya bahkan sampai ke depan rumah," ungkapnya dalam percakapan dengan Kompas. com di lokasi tersebut, pada hari Senin.

Menurutnya, kawasan Kapuk Muara sering mengalami banjir, sehingga penduduk setempat telah terbiasa dengan situasi ini. Setiap kali turun hujan, hampir selalu terjadi banjir. Area ini sebenarnya sudah tidak asing lagi, bahkan banjir juga semakin tinggi," tambahnya.


Nara sumber.          Aman ( Seorang pengemudi )

                                    Aldi ( Penduduk Setempat ) 


Penulis Berita.       Raden Dede Sudrajat 


Referensi.               Megapolitan.kompas.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon