Kode iklan di atas
Longsor di Gunungan Sampah TPST Bantargebang: 3 Orang Meninggal, Truk dan Warung Tertimbun
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
| Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, |
BEKASI, Blogger. com – Tumpukan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, mengalami longsor pada sore hari Minggu (8/3/2026). Peristiwa itu menyebabkan kematian tiga orang dan mengubur beberapa kendaraan truk sampah serta kedai di area sekitar.
Peristiwa tanah longsor ini terlihat dalam beberapa video yang beredar di platform media sosial. Video tersebut menunjukkan tumpukan sampah di kawasan TPST Bantargebang yang runtuh, sehingga menutup sebagian jalan di area pengelolaan sampah.
Kembali terjadi, saudara-saudara, sampah tersebut jatuh. “Sampah yang ada kemarin mengalami ambruk dan kembali jatuh mengenai mobil-mobil,” ungkap seorang warga yang mendokumentasikan peristiwa tersebut. Warga tersebut juga menyatakan bahwa sejumlah truk tengah mengantri untuk menurunkan muatan sampah pada saat kejadian berlangsung.
Terdapat banyak kendaraan yang sedang mengantri untuk melakukan pembongkaran di sepanjang lokasi ini. "Di lokasi tersebut terdapat banyak mobil, serta terdapat gerai makanan dan berbagai hal lainnya," ungkapnya.
Tiga orang meninggal dunia.
Kepala Kantor Basarnas Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyatakan bahwa tanah longsor telah terjadi di zona 4 TPST Bantargebang,
"Pada pukul 15. 29 WIB, telah terjadi longsor di zona 4 TPA Bantargebang, dan saat ini sudah ditemukan tiga orang yang meninggal dunia," ujar Desiana. Tiga orang yang meninggal terdiri dari dua pemilik kedai dan satu sopir truk pengangkut sampah.
Kedua pemilik warung itu adalah Enda Widayanti (25 tahun) dan Sumine (60 tahun), sedangkan satu korban lainnya adalah Dedi Sutrisno, pengemudi truk sampah dari Karawang. "Korban telah meninggal, dua orang dibawa pulang ke Banten dan satu orang dibawa pulang ke Karawang," ujar Desiana.
Masih terdapat yang terpendam.
Sementara itu, anggota tim penyelamat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi, Eko Uban, menyampaikan bahwa secara keseluruhan terdapat sepuluh orang yang terpengaruh dalam insiden ini, yang terdiri dari lima sopir truk sampah dan lima warga serta pemulung. "Dua orang sopir masih dalam proses pencarian dan tiga warga juga masih dalam proses pencarian," kata Eko saat dihubungi pada hari Minggu.
Eko menyatakan bahwa tanah longsor terjadi saat beberapa truk sedang menunggu untuk membuang muatannya.
"Ketika truk sampah sedang menunggu untuk membuang sampah, tiba-tiba tumpukan sampah tersebut runtuh, sehingga sopir yang sedang menunggu untuk membuang sampah terjerat dalam longsoran tersebut," kata Eko. Petugas saat ini sedang melakukan pengumpulan data karena masih terdapat banyak truk sampah dan warung yang tertutup.
Pada saat peristiwa tersebut, diperkirakan terdapat lima truk pengangkut sampah di area sekitar. Dari lima kendaraan yang ada, dua unit telah berhasil dievakuasi, sedangkan dua unit lainnya masih terjebak di bawah tumpukan material longsoran.
Operasi respons cepat terhadap situasi darurat
Setelah peristiwa tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta segera menjalankan operasi tanggap darurat. Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyatakan bahwa operasi ini diprioritaskan untuk penanganan para korban dan percepatan pengangkatan kendaraan yang tertimbun. "Setelah kejadian dilaporkan, kami segera mengaktifkan operasi penanganan darurat," kata Asep.
Pengiriman limbah ditangguhkan. Selain itu, sebagai akibat dari insiden ini, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta juga melakukan pengaturan area penumpukan sampah untuk mencegah kemungkinan longsor yang berikutnya.
Keselamatan dalam pengelolaan layanan sampah di TPST Bantargebang merupakan hal yang sangat penting. "Setelah kawasan tersebut dinyatakan aman, kami melaksanakan stabilisasi serta penataan area timbunan agar kondisi dapat kembali terkendali," ujar Asep.
Walaupun evakuasi masih sedang berlangsung, pengelolaan sampah di Jakarta tetap berusaha untuk diteruskan. Salah satu lokasi pembuangan sementara di TPST Bantargebang dibuka pada malam hari untuk memastikan kelancaran siklus pengangkutan truk sampah.
Sementara itu, dua lokasi pembuangan lainnya masih dalam proses penataan.
Dengan demikian, pengiriman sampah dari Jakarta ke TPST Bantargebang akan ditunda untuk sementara waktu. “Pada saat ini, kami mengimbau kepada pihak Sudin LH Provinsi DKI Jakarta untuk menunda pengiriman sampah ke TPST Bantargebang hingga proses evakuasi selesai,” ujarnya.
Nara sumber Desiana Kartika Bahari ( Kepala Kantor Basarnas Jakarta )
Penulis Berita Raden Dede Sudrajat
Referensi. Megapolitan.kompas.com
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar