Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Main Petasan Temuan, Anak 10 Tahun di Blora Meninggal

 

Ilustrasi petasan

BLORA, Blogger. com – Seorang murid sekolah dasar (SD) berinisial MA (10) meninggal dunia akibat ledakan petasan di halaman rumahnya di Dukuh Ngapus, Desa Ketringan, Kecamatan Jiken, pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 16. 00 WIB.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka bakar pada bagian dagu, dada sebelah kiri, dan kaki kanan. Penyebab utama kematiannya adalah kerusakan pada organ dalam di bagian dada akibat daya ledak petasan tersebut," kata AKP Sulbekti dalam keterangan resminya, Rabu (25/3/2026). 

Kejadian ini berawal ketika korban bersama seorang temannya menemukan sebuah petasan berukuran 10 cm diameter dan 15 cm panjang di dalam selokan bawah menara air pada Senin (23/3/2026).

Petasan yang ditemukan tersebut kemudian disimpan di rumah korban. Pada hari berikutnya, korban mengajak dua temannya, MAA (7) dan FA (9), untuk menyalakan petasan itu di halaman rumah.

Ketika sumbu petasan mulai dinyalakan menggunakan korek api, kedua saksi menjauh sekitar 2 meter. Namun, korban tetap berada di lokasi karena berkeyakinan petasan tersebut tidak akan meledak. 

Dalam waktu singkat, petasan meledak dengan kekuatan yang cukup besar, sehingga mengenai tubuh korban.

Sulbekti menjelaskan bahwa pihaknya segera mendatangi lokasi kejadian bersama Tim Inafis Polres Blora untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Ledakan tersebut juga mengakibatkan dua teman korban menderita luka ringan di bagian kaki dan paha akibat percikan serta hempasan dari ledakan. Mereka saat ini tengah menjalani perawatan jalan.

Petugas telah mengamankan barang bukti berupa sisa-sisa kertas dari ledakan petasan di tempat kejadian.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada semua orang tua agar lebih ketat dalam mengawasi anak-anak mereka agar tidak bermain petasan, khususnya yang memiliki daya ledak tinggi, demi mencegah terulangnya insiden serupa.




Nara Sumber                       AKP SULBEKTI 

Penulis Berita                     Raden Dede Sudrajat

Referensi                              Regional.kompas.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon