Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Panen Jagung di Areal Seluas 1 Hektare, Kelompok Tani Syarat Binaan Polsek Babakan Madang Bogor Menghasilkan Dekat 4 Ton.

 

Kelompok tani binaan Polsek Babakan Madang bersama jajaran kepolisian saat melakukan panen jagung di lahan seluas satu hektare di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. 

Babakan Madang, Blogger. com --- Kelompok petani yang didampingi oleh Polsek Babakan Madang sukses melaksanakan panen jagung di area seluas satu hektare dengan hasil hampir mencapai 4 ton di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Babakan Madang, AKP Trias Karso Yuliantoro menyatakan bahwa panen ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang dilaksanakan oleh jajaran Polri bersama para petani di daerah tersebut.

“Dari lahan seluas satu hektare ini, hasil panen yang diperoleh adalah jagung bonggol sebanyak 3. 927 kilogram dan jagung pipilan sekitar 82 kilogram, sehingga totalnya kurang lebih mencapai 4 ton,” ungkap AKP Trias kepada Radar Bogor, Selasa, 10 Maret 2026.

Ia menguraikan bahwa hasil panen jagung tersebut akan diproses lebih lanjut melalui mitra Bulog di kawasan Cigombong. Proses ini mencakup pengeringan dan pemipilan sebelum akhirnya diserap oleh Bulog.

Menurutnya, program untuk mencapai swasembada pangan, terutama untuk komoditas jagung, adalah inisiatif nasional yang dikeluarkan oleh Presiden dan diikuti oleh Kapolri hingga ke tingkat daerah, mulai dari Kapolda hingga Kapolres.

“Program swasembada pangan jagung yang dilaksanakan oleh Polres Bogor ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat yang berprofesi sebagai petani,” jelasnya.

AKP Trias mengungkapkan bahwa keberhasilan panen ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak yang senantiasa mendorong para petani untuk meningkatkan hasil pertanian di daerah Babakan Madang.

"Secara khusus, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto telah memberikan dorongan kepada kami di Polsek Babakan Madang untuk terus mendorong dan memberi semangat kepada para petani agar mencapai kesejahteraan yang lebih baik," tandasnya.


Nara Sumber.        AKP Trias Karso Yuliantoro ( Kapolsek Babakan Madang )

                                   AKBP Wikha Ardilestanto ( Kapolres Bogor )

Penulis Berita.      Raden Dede Sudrajat 

Referensi.              Radarbogor.jawapos.com/kabupatenbogor

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon