Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Pembangunan hunian sementara di daerah pedalaman Aceh Barat dipercepat agar selesai pada bulan ini.

 

Bupati Aceh Barat Tarmizi bersama sejumlah pejabat terkait, melakukan pengecekan barang kebutuhan dasar penyintas bencana yang akan menempati hunian sementara (huntara) di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, kabupaten setempat. Hingga Senin (16/3/2026) sebanyak enam kepala keluarga dari total 12 kepala keluarga di Aceh Barat sudah menempati huntara dan sisanya ditargetkan dihuni pada bulan ini.

Aceh Barat, Blogger.com --- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat menetapkan target untuk menyelesaikan pembangunan seluruh hunian sementara (huntara) di daerah tersebut pada bulan ini, terutama enam huntara yang ditujukan bagi para penyintas bencana di Desa Lawet, Kecamatan Pante Ceureumen.

"Tujuannya sebelum Idul Fitri ini, masyarakat yang terkena bencana sudah dapat menempati hunian sementara," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat Teuku Ronald, pada hari Senin.

Pada hari Selasa (10/3) minggu lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat telah secara resmi mengoperasikan enam hunian sementara yang telah selesai dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk enam Kepala Keluarga (KK) di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, kabupaten tersebut.

Teuku Ronald menyatakan bahwa pembangunan hunian sementara bagi masyarakat yang terdampak bencana masih terus dilakukan dengan cepat. Diharapkan, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, semua penyintas bencana telah memiliki tempat tinggal dan tidak lagi tidur di tenda atau tinggal sementara di rumah kerabat.

"Tujuannya adalah untuk menyelesaikan semua unit hunian sementara di Desa Lawet, Kecamatan Pante Ceureumen, pada bulan ini juga," ungkapnya.

Untuk memastikan kenyamanan dan kualitas hidup para penghuni, jelasnya, setiap unit hunian sementara juga memiliki perlengkapan yang mendukung kebutuhan dasar seperti tempat tidur, kompor, peralatan memasak, dan berbagai peralatan pendukung lainnya, sehingga masyarakat mendapatkan fasilitas yang memadai.

Ia menyatakan bahwa bantuan ini adalah hasil kerjasama dari berbagai pihak, termasuk BNPB, BPBD Aceh Barat, Baitul Mal Aceh Barat, serta beberapa pihak terkait lainnya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat telah mencatat bahwa sebanyak 122 rumah di beberapa kecamatan di Aceh Barat terkena dampak banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025 yang lalu.

Rincian kerusakan rumah yang dialami oleh masyarakat adalah sebagai berikut: terdapat 49 rumah yang mengalami kerusakan berat, 24 rumah yang mengalami kerusakan sedang, dan 49 rumah yang dinyatakan mengalami kerusakan ringan.




Nara Sumber            Teuku Ronald ( Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat  )

                                      Tarmizi ( Bupati Aceh Barat )

Penulis Berita          Raden Dede Sudrajat

Referensi                   Antaranews.com/Berita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon