Kode iklan di atas
Pemerintah Kabupaten Agam menerima alokasi dana untuk pemulihan sektor pertanian sebesar Rp28,3 miliar.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
![]() |
| Lahan pertanian yang terdampak banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. |
Lubuk Basung, Agam, Blogger. com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, yang terletak di Sumatera Barat, menerima dana sejumlah Rp28,3 miliar dari Kementerian Pertanian untuk memperbaiki lahan dan infrastruktur pertanian yang mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025
Bupati Agam, Benni Warlis, di Lubuk Basung, Agam, pada hari Minggu, mengungkapkan bahwa Agam menerima alokasi dana sebesar Rp28,3 miliar untuk mempercepat pemulihan lahan dan infrastruktur pertanian yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir bandang, tanah longsor, dan banjir yang terjadi di 16 kecamatan.
"Ini adalah penyaluran dana untuk mempercepat pemulihan dan perbaikan infrastruktur yang rusak pada tahap pertama di tahun 2026," ujarnya.
Ia menyatakan bahwa pelaksanaan anggaran tersebut adalah hasil dari komunikasi yang intensif antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
"Syukur kepada Tuhan, usaha konsultasi dan koordinasi yang kami lakukan dengan Kementerian Pertanian telah memberikan hasil yang positif," ujarnya.
Menetapkan sektor pertanian sebagai fokus utama dalam pemulihan pascabencana sangat penting, karena hal ini berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa lahan-lahan sawah yang terkena dampak dapat segera kembali berproduksi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dengan bantuan ini, sebanyak 1. 604 hektare lahan pertanian yang mengalami kerusakan dapat dipulihkan dan dioptimalkan kembali.
Dengan demikian, perekonomian masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian akan kembali stabil.
Bupati mengharapkan agar bantuan ini bisa digunakan sebaik-baiknya oleh kelompok tani, sehingga produktivitas pertanian di Kabupaten Agam semakin meningkat.
Banjir bandang, tanah longsor, dan banjir melanda Agam pada November 2025, yang mengakibatkan dampak pada 1. 604 hektare lahan pertanian.
Hal ini menyebabkan petani tidak dapat mengolah lahan tersebut untuk menanam padi, karena tertimbun material longsor dan kesulitan dalam irigasi.
Nara Sumber. Benni Warlis, ( Bupati Agam )
Penulis Berita. Raden Dede Sudrajat
Referensi. Antaranews.com/berita
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar