Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Sebanyak 7 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan Masih Terendam Banjir, Ketinggian Capai 1,5 Meter

 

Genangan air masih terlihat di sejumlah desa di 7 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan usai hujan deras sejak Selasa (24/3/2026 malam hingga Rabu (25/3/2026) pagi.

PASURUAN, Blogger.com - Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Pasuruan selama lebih dari 2 jam pada Selasa (24/3/2026) malam menyebabkan beberapa wilayah masih terendam banjir hingga Rabu (25/3/2026) pagi.

Meluapnya sejumlah daerah aliran sungai di Kabupaten Pasuruan mengakibatkan ribuan rumah di tujuh kecamatan terpapar genangan air dengan ketinggian yang berbeda-beda. Di lokasi terparah, ketinggian air bahkan mencapai 1,5 meter.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengungkapkan bahwa hingga pukul 06. 00 WIB, petugas masih melakukan pemantauan di area pemukiman yang airnya belum surut.

"Kondisi saat ini masih dalam pengawasan, terdapat beberapa titik dengan genangan air yang cukup tinggi, khususnya di daerah Rejoso dan Beji," tuturnya kepada Kompas. com, Rabu (25/3/2026).

Menurut data dari BPBD, Kecamatan Rejoso merupakan salah satu daerah yang terdampak cukup signifikan.

Di Desa Sadengrejo, ketinggian air di Dusun Sadeng tercatat antara 80-150 sentimeter, sehingga memaksa 50 kepala keluarga untuk mengungsi ke balai desa.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Kawisrejo dengan ketinggian air mencapai 110 sentimeter. Di Kecamatan Beji, genangan tinggi masih menggenangi Desa Kedungringin.

Dusun Bahrowo, Gersikan, dan Kedungringin Tengah tercatat masih terendam air dengan ketinggian antara 80 hingga 120 sentimeter. Selain itu, akses jalan alternatif Beji-Bangil juga tergenang setinggi 50 sentimeter.

"Di Kecamatan Winongan, genangan masih cukup tinggi di Desa Menyarik dan Desa Penataan dengan ketinggian mencapai 80 sentimeter," tambah Sugeng.

Data yang diterima Kompas. com menunjukkan bahwa tujuh kecamatan dan desa yang masih terdampak banjir adalah Kecamatan Rejoso, termasuk Desa Jarangan, Toyaning, Pandanrejo, Sadengrejo, Karangpandan, Kawisrejo, Sambirejo, dan Kedungbako.

Selanjutnya, di Kecamatan Bangil, banjir masih menggenangi Desa Tambakan, Manaruwi, dan Kelurahan Kalianyar. Di Kecamatan Beji, banjir melanda Desa Beji (Dsn. Pasinan), Kedungringin, Gununggansir, Kelurahan Pagak, Kedungboto, dan Cangkringmalang.

Di Kecamatan Winongan, banjir terlihat di beberapa dusun di Desa Menyarik, Prodo, Winongan Lor, Winongan Kidul, Penataan, dan Bandaran. Selain itu, banjir juga menimpa Kecamatan Grati, khususnya di Desa Kedawung Kulon, Dusun Kebrukan dengan ketinggian 40-100 sentimeter.

Di Kecamatan Gondangwetan, banjir melanda Desa Tenggilis, mengakibatkan 195 pengungsi, serta di Sekarputih dan Ranggeh. Terakhir, di Kecamatan Kraton, genangan air masih terdapat di Desa Tambakrejo dan Desa Sukorejo.

"Kami menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan susulan yang dapat meningkatkan debit air sungai," tutup Sugeng.




Nara Sumber                                     Sugeng Haryadi 

                            Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) 

                                                           Kecamatan Pasuruan 


Penulis Berita                                  Raden Dede Sudrajat


Referensi                                          Surabaya.kompas.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon