Kode iklan di atas

Penertiban PKL Diperluas, Pemerintah Kota Bogor Menyisir Lapak-Lapak Ilegal di Kawasan Taman Heulang.

Gambar
Penertiban PKL di Taman Heulang Kota Bogor. Kota Bogor, Blogger.com - Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) diperluas. Pemerintah Kota Bogor kini melakukan penyisiran terhadap lapak-lapak ilegal yang beroperasi di Taman Heulang, pada hari Selasa, 21 April 2026. Proses penertiban PKL ini dipimpin secara langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie Rachim. Ia juga melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dedie berkesempatan untuk berinteraksi dengan beberapa PKL yang masih berjualan di Taman Heulang. Dalam percakapan tersebut, ia menanyakan mengenai domisili para pedagang, yang ternyata banyak di antaranya berasal dari luar Kota Bogor. Para pedagang mendapatkan peringatan tegas dari Dedie mengenai perilaku yang mereka lakukan. Sebagian dari mereka segera mengangkut gerobaknya secara mandiri. Hampir setiap sudut Taman Heulang diawasi dengan teliti. Dedie juga menemukan gerobak dan lapak PKL yang tidak memiliki pemilik. Untuk menghindari masalah lebih lanjut, gerobak dan lapak PKL ters...

Banjir dan Longsor di Leuwiliang Bogor, Rumah dan Masjid Terkena Dampak

Kondisi rumah rusak akibat longsor di wilayah Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.


Kabupaten Bogor, Blogger.com — Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor di Desa Purasari, Leuwiliang, Kabupaten Bogor pada Senin, 20 April 2025.

Longsor dilaporkan terjadi di beberapa lokasi, merusak beberapa bangunan, termasuk rumah warga dan fasilitas umum.

Kepala Desa Purasari, Agus Soleh Lukman, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18. 30 WIB.

"Dari sore menjelang waktu magrib, hujan deras mulai turun, lalu air dari Cianten meluap. Namun kini, situasi sudah mulai surut," ujarnya.

Ia menjelaskan, beberapa titik terpengaruh oleh banjir dan longsor, terutama yang paling parah berada di wilayah Cianten RW 10, 11, dan RW 8.

Saat ini, pihak desa masih berkoordinasi dengan pengurus lingkungan dan instansi terkait untuk segera melakukan penanganan.

Ia juga tengah mendata jumlah rumah dan fasilitas umum lainnya yang terdampak.

"Saya meminta kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem saat ini dan selalu siaga," imbaunya.

Di sisi lain, Bayong, seorang warga Leuwiliang, menyampaikan bahwa daerah yang paling parah terdampak berada di RW 11 Desa Purasari.

"Tanah longsor merusak tujuh rumah menurut data sementara, dan saat ini warga masih dalam proses evakuasi dan pendataan. Kerusakan paling banyak terjadi di wilayah Cianten," katanya.

Sementara itu, banjir juga melanda empat rumah dan mengakibatkan kerusakan.

"Banjir juga meluas ke wilayah Pamijahan berdasarkan informasi yang kami terima," tambahnya. (rds)




Nara Sumber                                  Agus Soleh Lukman 

                                                           Kepala Desa Pursari 


Penulis Berita                               Raden Dede Sudrajat


Referensi                                    Radarbogor.jawapos.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku