Kode iklan di atas

Satu Minggu Kota Bogor Terendam Banjir, Dedie Rachim Serukan Warga untuk Bijak dalam Membuang Sampah

Gambar
  Ilustrasi banjir yang merendam rumah warga di Kelurahan Tegallega, Kota Bogor. Kota Bogor, Blogger.com - Selama satu minggu terakhir, Kota Bogor telah dilanda banjir. Keadaan ini diindikasikan disebabkan oleh penumpukan sampah di beberapa saluran air. Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, berpendapat bahwa sampah yang dibuang ke dalam drainase atau sungai akan mengganggu aliran air. "Apabila terhalang, hal ini menyebabkan penumpukan sampah dan banjir di jalan," ungkap Dedie kepada wartawan di Mako Damkar Yasmin, Kota Bogor, pada hari Senin, 20 April 2026 pagi. Dedie mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam membuang sampah. Mereka dilarang untuk membuang sampah ke sungai. "Oleh karena itu, kita harus lebih bijak dan tidak membuang sampah sembarangan. Khususnya bagi warga yang tinggal di sekitar sungai, diharapkan tidak membuang sampah ke sungai," jelasnya. Daerah yang sering terancam banjir adalah Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah. Setiap kali hujan,...

Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Melanda Kota Bogor, Beberapa Wilayah Terkena Banjir dan Longsor, Berikut Penjelasan Kepala Stasiun Klimatologi

 

Aktivitas warga tetap berlangsung di tengah hujan deras yang melanda Kota Bogor sejak sore hingga malam, 

Bogor, Blogger.com ---- Hujan lebat disertai angin kencang kembali mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Bogor pada hari Minggu, 19 April 2026 sore, dengan hujan mulai turun dari pukul 17. 00 WIB hingga sekitar pukul 19. 40 WIB.

Cuaca buruk dimulai dengan gerimis dan awan gelap yang menyelimuti langit Bogor, intensitas hujan kemudian meningkat dengan kilatan petir di beberapa daerah.

Akibat fenomena ini, beberapa jalan dan permukiman warga dilaporkan terendam. Di Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah, genangan air cukup tinggi hingga mengakibatkan beberapa angkutan kota (angkot) dan kendaraan lainnya terhenti.

Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Suryakencana, Bogor Tengah, di mana air menggenangi ruas jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat setempat.

Genangan air muncul tak lama setelah hujan dengan intensitas tinggiengguyur, sistem drainase yang tidak mampu menampung volume air menyebabkan limpahan air ke jalan dan permukiman.

Di Gang Haji Basir, Kelurahan Cikaret, air bahkan masuk ke dalam rumah-rumah warga. Kejadian yang sama juga dilaporkan di kawasan Tegal Manggah, Kelurahan Tegallega dan Ranggamekar RW 11, yang mengalami luapan air hingga merendam lingkungan permukiman.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas tinggi memicu beragam insiden bencana di beberapa lokasi di Kota Bogor.

“Selain banjir permukiman, kami juga mencatat adanya kejadian pohon tumbang, atap rumah ambruk hingga tanah longsor di beberapa daerah,” tuturnya.

Menurut data BPBD Kota Bogor, insiden pohon tumbang terjadi di RW 09 Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur dan Pancasan Baru RT 04/RW 12, Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat yang saat ini masih dalam penanganan.

Sementara itu, laporan mengenai atap rumah ambruk terjadi di Griya Katulampa, Kelurahan Katulampa dan Cibeureum Hilir, Kelurahan Mulyaharja yang sudah selesai ditangani. Di Gang Kepatihan, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, penanganan masih berlangsung.

Untuk insiden banjir, tercatat terjadi di Ranggamekar RW 11, Kelurahan Ranggamekar yang sudah tertangani. Namun, banjir di Gang Haji Basir, Kelurahan Cikaret dan RT 06/RW 06 Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal masih dalam proses penanganan.

Selain itu, bencana tanah longsor juga terjadi di beberapa titik, termasuk Jalan Manggis 1, Kelurahan Baranangsiang, Curug Mekar, Kedunghalang, Cilubang, Pasirjaya, hingga Bojong Menteng di Kelurahan Pasir Mulya. Sebagian besar insiden masih dalam tahap penanganan.

BPBD Kota Bogor mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Kota dan Kabupaten Bogor diperkirakan masih akan sering mengalami hujan hingga pertengahan April 2026. Meskipun secara umum Indonesia mulai memasuki musim kemarau, kondisi tersebut tidak sepenuhnya berlaku di wilayah Bogor.

Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetia menjelaskan bahwa Bogor termasuk ke dalam wilayah dengan pola hujan tipe I, di mana tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara musim hujan dan kemarau.

“Bogor dan sekitarnya umumnya baru akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei hingga Juni, sehingga pada periode saat ini masih wajar jika hujan terjadi secara sering,” ujarnya. (uma)





Nara Sumber                          Rakhmat Presetia 

                                  Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat

                                        Dimas Tiko Prahadisasongko 

                                 Kepala Pelaksana DPBD Kota Bogor


Penulis Berita                     Raden Dede Sudrajat


Referensi                          Radarbogor.jawapos.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku