Kode iklan di atas
Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Melanda Kota Bogor, Beberapa Wilayah Terkena Banjir dan Longsor, Berikut Penjelasan Kepala Stasiun Klimatologi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
| Aktivitas warga tetap berlangsung di tengah hujan deras yang melanda Kota Bogor sejak sore hingga malam, |
Bogor, Blogger.com ---- Hujan lebat disertai angin kencang kembali mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Bogor pada hari Minggu, 19 April 2026 sore, dengan hujan mulai turun dari pukul 17. 00 WIB hingga sekitar pukul 19. 40 WIB.
Cuaca buruk dimulai dengan gerimis dan awan gelap yang menyelimuti langit Bogor, intensitas hujan kemudian meningkat dengan kilatan petir di beberapa daerah.
Akibat fenomena ini, beberapa jalan dan permukiman warga dilaporkan terendam. Di Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah, genangan air cukup tinggi hingga mengakibatkan beberapa angkutan kota (angkot) dan kendaraan lainnya terhenti.
Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Suryakencana, Bogor Tengah, di mana air menggenangi ruas jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat setempat.
Genangan air muncul tak lama setelah hujan dengan intensitas tinggiengguyur, sistem drainase yang tidak mampu menampung volume air menyebabkan limpahan air ke jalan dan permukiman.
Di Gang Haji Basir, Kelurahan Cikaret, air bahkan masuk ke dalam rumah-rumah warga. Kejadian yang sama juga dilaporkan di kawasan Tegal Manggah, Kelurahan Tegallega dan Ranggamekar RW 11, yang mengalami luapan air hingga merendam lingkungan permukiman.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas tinggi memicu beragam insiden bencana di beberapa lokasi di Kota Bogor.
“Selain banjir permukiman, kami juga mencatat adanya kejadian pohon tumbang, atap rumah ambruk hingga tanah longsor di beberapa daerah,” tuturnya.
Menurut data BPBD Kota Bogor, insiden pohon tumbang terjadi di RW 09 Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur dan Pancasan Baru RT 04/RW 12, Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat yang saat ini masih dalam penanganan.
Sementara itu, laporan mengenai atap rumah ambruk terjadi di Griya Katulampa, Kelurahan Katulampa dan Cibeureum Hilir, Kelurahan Mulyaharja yang sudah selesai ditangani. Di Gang Kepatihan, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, penanganan masih berlangsung.
Untuk insiden banjir, tercatat terjadi di Ranggamekar RW 11, Kelurahan Ranggamekar yang sudah tertangani. Namun, banjir di Gang Haji Basir, Kelurahan Cikaret dan RT 06/RW 06 Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal masih dalam proses penanganan.
Selain itu, bencana tanah longsor juga terjadi di beberapa titik, termasuk Jalan Manggis 1, Kelurahan Baranangsiang, Curug Mekar, Kedunghalang, Cilubang, Pasirjaya, hingga Bojong Menteng di Kelurahan Pasir Mulya. Sebagian besar insiden masih dalam tahap penanganan.
BPBD Kota Bogor mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Kota dan Kabupaten Bogor diperkirakan masih akan sering mengalami hujan hingga pertengahan April 2026. Meskipun secara umum Indonesia mulai memasuki musim kemarau, kondisi tersebut tidak sepenuhnya berlaku di wilayah Bogor.
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetia menjelaskan bahwa Bogor termasuk ke dalam wilayah dengan pola hujan tipe I, di mana tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara musim hujan dan kemarau.
“Bogor dan sekitarnya umumnya baru akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei hingga Juni, sehingga pada periode saat ini masih wajar jika hujan terjadi secara sering,” ujarnya. (uma)
Nara Sumber Rakhmat Presetia
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat
Dimas Tiko Prahadisasongko
Kepala Pelaksana DPBD Kota Bogor
Penulis Berita Raden Dede Sudrajat
Referensi Radarbogor.jawapos.com
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar