Kode iklan di atas

Perbarui Jumlah Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: 15 Tewas, 91 Terluka

Gambar
Konfers kecelakaan KAI di stasiun Bekasi timur BEKASI, Blogger.com ----- Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi mengungkapkan bahwa total korban dari kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL tujuan Jakarta–Cikarang di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, mencapai 106 penumpang, yang terdiri dari mereka yang meninggal dan yang terluka. “Ya, ada 15 penumpang yang meninggal dunia dan 91 orang yang terluka,” kata Dudy kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026). Dudy menjelaskan bahwa dari total 91 orang yang terluka, sebanyak 38 orang telah diizinkan untuk pulang setelah menerima perawatan medis. “Harapan kami, sisanya insyaAllah dapat segera pulih dan kembali berkumpul bersama keluarga,” ujarnya. Mengenai operasional KRL Jakarta-Cikarang, Dudy menekankan bahwa layanan tersebut belum dibuka dan masih menunggu persetujuan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Jika sudah ada persetujuan dari KNKT siang ini, kami akan kembali membuka layanan KRL Jabodetabek ...

Soroti Program Hutan Kota di Kabupaten Bogor, MAKUMBA Pertanyakan Anggaran.

Suasana hutan Kabupaten di Bogor.


Kabupaten Bogor, Blogger.com ------ Forum Kajian MAKUMBA RI (Macan Kumbang Republik Indonesia) menyoroti program hutan kota yang diusulkan oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto, khususnya mengenai masalah anggaran.

"Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai program tersebut yang masih kurang transparan, terutama mengenai sumber dan pengelolaan dananya," ungkap Ketua Umum MAKUMBA RI, Chaidir Rusli, pada Selasa, 28 April 2026.

Rusli secara tegas mengakui bahwa program hutan kota memiliki peranan penting dalam upaya menjaga ekosistem dan keseimbangan lingkungan.

Namun, ia menyayangkan ketiadaan penjelasan resmi mengenai sumber pendanaan program ini. Menurutnya, masyarakat berhak untuk mengetahui asal sumber dana dan bagaimana mekanisme pelaksanaannya.

"Apakah dananya berasal dari APBD Kabupaten Bogor atau dari program CSR perusahaan, semua itu harus diinformasikan secara terbuka," tegas Rusli.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa transparansi merupakan kunci untuk memastikan dukungan penuh dari masyarakat terhadap setiap program, termasuk program hutan kota. Tanpa keterbukaan, ada kekhawatiran bahwa pelaksanaan program tidak akan berjalan dengan baik atau bahkan terhenti di tengah jalan.

Selain itu, Rusli menambahkan bahwa masyarakat telah menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Bogor dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk memastikan program ini dapat berlangsung dan menjawab berbagai pertanyaan yang muncul di masyarakat.

"Kami mendorong pemerintah daerah untuk segera memberikan penjelasan resmi kepada publik serta membangun komunikasi yang terbuka entre pemerintah dan masyarakat agar program hutan kota dapat memberikan manfaat, baik dari sisi lingkungan maupun sosial," pungkasnya.






Nara Sumber                                 Rudy Susmanto
                                                             Bupati Bogor

                                                             Chaidir Rusli 
                                               Ketua Umum MAKUMBA RI

Penulis Berita                            Raden Dede Sudrajat

Referensi                                Radarbogor.jawapos.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku